Sabtu, 2 Mei 2026

Ambulans Pemrov DKI Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Ricuh, Begini Reaksi Anies Baswedan

Ambulans disita karena diduga membawa batu dan bensin, saat unjuk rasa ricuh pada Rabu (25/9/2019) malam.

Tayang:
Instagram
Salah satu ambulans milik Pemperov DKI yang ditahan polisi karena ketahuan mengangkut batu dan bensin saat kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019) dini hari. Di bodi ambulans tertera tulisan Puskesmas Kec. Pademangan 

TRIBUNBATAM.id - Sejumlah ambulans yang dipakai operasi penyelamatan dalam rusuh demo di di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, diamankan pihak kepolisian.

Lima ambulans tersebut diduga milik Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui ambulans yang ditahan  milik Pemprov DKI Jakarta.

Ambulans disita karena diduga membawa batu dan bensin, saat unjuk rasa ricuh pada Rabu (25/9/2019) malam.

Namun, Anies Baswedan memastikan ambulans yang disita hanya satu armada, bukan lima armada seperti yang dikabarkan.

“Satu milik Pemprov (DKI), empat ambulans milik PMI (Palang Merah Indonesia)."

"Jadi, bukan kelimanya milik Pemprov DKI,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019) pagi.

Selain mobil ambulans, tiga petugas di dalamnya juga dibawa penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Mereka terdiri dari dokter, perawat, dan pengemudi ambulans.

Meski demikian, Anies Baswedan percaya pada petugas Dinas Kesehatan DKI yang bersiaga di ambulans itu bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Anies Baswedan, pekerjaan yang mereka tekuni bukan hal yang sederhana, apalagi dilakukan di tengah kondisi konflik.

“Saya percaya bahwa ambulans (petugas) mengikuti SOP, jadi mereka bekerja sesuai tugasnya."

"Dan itu sudah dilakukan lama, jadi bukan hal yang baru. Dari bertahun-tahun kami bekerja mengikuti SOP,” tutur Anies Baswedan.

Sebelumnya, polisi mengamankan lima ambulans diduga milik Pemprov DKI di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ada pun kelima ambulans ini diamankan lantaran diduga membawa batu dan bensin, terkait aksi unjuk rasa ricuh di depan Gedung DPR/MPR, Rabu (25/9/2019) malam.

Hal ini diungkap akun Twitter @TMCPoldaMetro. Menurut akun tersebut, kelima ambulans itu diamankan sekira pukul 02.15 WIB, Kamis (26/9/2019).

"02.15 WIB, Polri amankan 5 kendaraan ambulans milik Pemprov DKI yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin."

"Yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jalan Gatot Subroto," tulis akun twitter @TMCPoldametro, Kamis (26/9/2019).

Namun, cuitan tersebut tak lama kemudian dihapus.

Senada dengan akun tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga mengonfirmasi pengamanan kendaraan tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved