Kesedihan Ibunda Vera Oktaria Jelang Vonis Prada DP, Terbangun Malam Hari dan Menangis

Prada DP akan menjalani sidang vonis pembunuhan dan mutilasi kasir Indomaret Vera Oktaria, Kamis (26/9/2019).

ISTIMEWA
Vera Oktaria dan Prada DP 

TRIBUNBATAM.id - Prada DP akan menjalani sidang vonis pembunuhan dan mutilasi kasir Indomaret Vera Oktaria, Kamis (26/9/2019).

Suhartini, ibunda Vera Oktaria, sangat ingin keadilan bisa ditegakkan.

Air mata Suhartini (50) masih sering menetes tiap kali mengingat kenangan bersama Vera Oktaria (20)

Vera merupakan anak kandungnya yang tewas karena menjadi korban pembunuhan oleh Prada Deri Pramana (Prada DP).

Apalagi tanggal 5 Oktober mendatang, Vera Oktaria berulang tahun yang ke 21 tahun.

 "Biasanya kami suka jalan-jalan atau makan-makan di mall saat dia (Vera) ulang tahun"

"Kami pergi ramai-ramai, sama kakak perempuannya juga. Tapi sekarang sudah tidak lagi seperti itu, anak saya sudah tidak ada lagi (meninggal)," kata Suhartini sembari menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya yang terletak di kediamannya di jalan KH A Azhari Plaju, Rabu (25/9/2019).

Diketahui, Vera Oktaria (20) ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Jumat (10/5/2019) lalu.

Suhartini berucap, tidak ada orang tua yang sanggup untuk mengurus pemakaman anaknya sendiri.

"Kadang malam hari saya terbangun dari tidur. Teringat anak gadis, bungsu pula, sekarang sudah terbaring di tanah (dikubur). Sedih, kalau ingat itu. Saya cuma bisa diam dan nangis saat itu,"

Sebagai seorang ibu, Suhartini menegaskan, rasa sakit hati terhadap pembunuh anaknya tidak akan pernah sembuh sampai kapanpun.

Sebab nyawa anak gadisnya telah hilang dengan cara yang dianggapnya sangat keji dan tak manusiawi.

"Saya tidak terima Vera dibunuh dengan kejam seperti itu. Terbayang terus, bagaimana saat dia dibunuh"

"Pasti sakit, teriak dan ketakutan. Tidak bisa saya bayangkan saat itu,"ujar Suhartini seraya menghapus air matanya.

Hanya doa yang bisa dipanjatkan Suhartini saat kesedihan mendalam teringat Vera Oktaria, tiba-tiba datang dan menyelimuti batinnya.

Selain itu, doa agar Prada DP mendapat hukuman yang berat juga selalu dipanjatkannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved