IMPEACHMENT DONALD TRUMP
Impeachment Donald Trump Makin Menguat - Ketua DPR AS: Kami Tak Punya Pilihan
Trump dalam percakapan telepon itu disebut-sebut "menekan" Zelensky untuk menyelidiki bisnis anak Joe Biden di Ukraina dengan imbalan bantuan
TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON - Kongres AS atau house of representative tetap ngotot untuk menyelidiki penyimpangan yang dilakukan Presiden Donald Trump dan mendorong upaya impecahment atau pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, kongres atau DPR AS tetap menyelidiki bocornya percakapan Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki pelanggaran Joe Biden yang akan menjadi saingannya pada Pilpres 2020 nanti.
Meskipun banyak yang memperkirakan bahwa upaya pemakzulan itu bakal terpatahkan di senat, namun Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan bahwa mereka tak punya pilihan selain menggelar penyelidikan terharap Donald Trump, sepertti yang diumumkannya, Rabu lalu.
Perbincangan Trump dengan Volodymyr Zelensky pada 25 Juli lalu, setelah aktor dan sutradara film itu dipastikan memenangkan Pemilu Ukraina.
• Percakapan Telepon Bocor, Kongres AS Umumkan Penyelidikan untuk Memakzulkan Donald Trump
• Donald Trump Serang China di Sidang Umum PBB, Sentil Demo Hong Kong
• Tanggapan Polri Soal Wanita Hamil Tertembak Saat Unjuk Rasa di Kendari: Dalam Penyelidikan
Perbincangan itu dianggap menyalahgunakan kekuasaan karena menurut keluhan si pelapor yang dirahasiakan, Trump dianggap berusaha meminta bantuan asing demi kepentingan Pemilihan Presiden 2020 mendatang.
Trump dalam percakapan telepon itu disebut-sebut "menekan" Zelensky untuk menyelidiki bisnis Joe Biden dan anaknya di negara itu, dengan imbalan akan membantu keuangan negara itu.
Seperti diketahui, Joe Biden adalah wakil presiden di masa pemerintahan Barack Obama.
Trump akhirnya mengakui adanya percakapan itu, namun membantah memberikan tekanan kepada Kiev.
Namun kritik yang berembus menyatakan, Trump menahan bantuan militer senilai 400 juta dollar AS, atau Rp 5,6 triliun, sehari sebelum percakapan telepon tersebut.
Belakangan, Trump begitu getol untuk mengkampanyekan bantuan terhadap Ukraina, bahkan mendesak Uni Eropa untuk aktif membantu negara itu.
Hingga Jumat ini dilansir Politico, sebanyak 223 anggota DPR dari Partai Demokrat dari total kursi 435 di DPR AS mendukung upaya pemakzulan Trump.
Dalam wawancara dengan MSNBC, Pelosi mengatakan bahwa setiap anggota DPR AS dari Partai Demokrat mempunyai pandangan berbeda.
"Namun ketika berhubungan dengan masalah keamanan nasional yang mendesak, itu... Dia tidak memberi kami pilihan," jelas Pelosi.
Dalam surat yang dirilis oleh si pelapor atau whistleblower oleh pengacaranya, seperti diberitakan media-media AS, dia sudah berbicara dengan enam pejabat AS lainnya.
Dalam percakapan itu, Trump meminta Zelensky menghubungi pengacaranya, Rudy Giuliani, dan Jaksa Agung William Barr.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27092019-zelensky-dan-trump.jpg)