Prabowo Akhirnya Kritik Lagi Pemerintahan Jokowi, Bela Demo Mahasiswa
Prabowo Subianto akhirnya kembali lontarkan kritikan tajam ke pemerintahan Jokowi, terbaru menyangkut demo mahasiswa yang menolak RKUHP dan revisi UU
Apabila saluran itu tidak bekerja dengan baik, Prabowo Subianto meminta agar tidak serta merta menyalahkan mahasiswa yang turun ke jalan.
"Kalau semua saluran politik, saluran keadilan, semua saluran dimana rakyat kecil bisa menyuarakan kecemasannya, bisa mendapat perlindungan. Kalau semua saluran itu tidak bekerja, apakah kita salahkan anak-anak kita kalau turun ke jalan ?," kata Prabowo Subianto.
Dia berharap dalam penyelesaian permasalahan bangsa bisa dilakukan dengan cara damai.
Hal ini pun, kata dia, juga merupakan apa yang dia pegang teguh selama ini.
"Kita berharap selalu penyelesaian itu dengan damai, dialog, itu pegangan saya dari dulu. Disakiti tidak masalah. Baru disakiti, waktu kita muda saja kita tak punya apa-apa, nyawa silahkan ambil untuk bangsa," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat menyulut tawa para tamu khususnya mahasiswa UKRI yang hadir saat dia menyinggung aksi demo tersebut.
"Jadi ini tidak saya tidak anjurkan kalian turun ke jalan ya, apalagi pake blezer (almamater) UKRI," kata Prabowo disambut gekak tawa para mahasiswa UKRI yang hadir dalam acara tersebut.
Bantah ditunggangi
Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus akan kembali menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta Gregorius Anco membantah anggapan bahwa aksi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu.
Ia menegaskan bahwa selama ini mahasiswa sudah secara tegas menyuarakan tuntutannya, yakni pembatalan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana ( RKUHP).
Anco menilai kedua rancangan undang-undang tersebut tak sesuai dengan amanat reformasi.
"Tuntutan kami jelas, RUU KPK dan RKUHP dibatalkan karena RUU itu bermasalah dan tidak sesuai dengan reformasi. Kan enggak ada tuntutan turunkan Jokowi," ujar Anco kepada Kompas.com, Senin (23/9/2019).
Secara terpisah, Perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti Edmund Seko mengatakan, pihaknya kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.
Beberapa perwakilan mahasiswa dari luar Jakarta direncanakan ikut bergabung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13-07-2019-prabowo-dan-jokowi.jpg)