Minggu, 31 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Dame Kaget Lihat Pergaulan di Batam: Wanita di Kampung Kami Dilarang Merantau ke Batam

Pardamean yang tinggal di kampung Balelasam, Painan Kabupaten Pantai Pesisir Sumatera Barat mengaku merasa kaget dengan kehidupan di Batam.

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Pardamean Harahap 

Pertama Hidup Merantau, Dame Kaget Dengan Kehidupan Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ingin berjuang mengubah nasib, membuat Pardamean Harahap nekat mengadu nasib hingga ke kota Batam.

Menjalani hari-hari di tanah perantauan membuat Pardamean syok alias kaget dengan kerasnya kehidupan sebagai anak rantau.

Berbagai terpaan godaan harus ia lalui dari kehidupan yang berbeda di kampung halaman.

Pardamean yang baru saja lulus dari SMK N 5 Pantai Pesisir itu kini tinggal nge-kos di Batu Aji.

Kepada Tribunbatam.id Pardamean yang akrab disapa Dame ini bercerita sulitnya mencari kerja di Batam.

"Saya kira cari kerja di Batam mudah, ternyata lumayan sulit. Sudah 7 lamaran saya masukkan namun belum ada panggilan," ucap Dame, Senin (30/9/2019).

Duduk beralaskan batu di pinggiran Taman Batamindo, Pardamean menceritakan perubahan kepada dirinya.

Berbagai terpaaan dan godaan hidup membuatnya merasakan hal yang berbeda.

Kuatnya ikatan kebudayaan di kampung halaman membuatnya tetap menjalankan ibadah di tanah rantau.

Pardamean yang tinggal di kampung Balelasam, Painan Kabupaten Pantai Pesisir Sumatera Barat mengaku merasa kaget dengan kehidupan di Batam.

"Sedikit kaget dengan kehidupan di sini yang lumayan keras lah, berbeda waktu saya di kampung halaman. Orang di Batamindo ini berduaan, tak segan lagi mereka gandengan tangan, bahkan pergi malam malam bersama cowok pulang ada yang sampai subuh," ujar Dame bercerita.

Dia mengaku budaya itu beda dengan di kampungnya.

"Kalau di kampung saya, boro-boro jalan berduaan seperti itu sudah langsung viral itu sama kawan sekampung," katanya.

Dame mengaku, kerasnya pergaulan hidup di Batam itu membuat warga di kampungnya telah mencoret Kota Batam sebagai kota rantau bagi anak perempuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved