Sakit Jantung Pembunuh Nomor 1 di Dunia, Begini Solusi Mengatasinya

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya belum lama ini, merilis penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1 dunia.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.ID/Leo
Muhammad Hizami Aizat (baju batik) dan Yusnan Ozora perwakilan Institut Jantung Negara Malaysia (National Heart Institute) atau Rumah Sakit Jantung 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya belum lama ini, merilis penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1 dunia.

Dalam hal ini mereka mengumumkan bahwa penyakit jantung, infeksi dan kanker masih tetap mendominasi peringkat teratas penyebab utama kematian di dunia.

Serangan jantung dan problem seputarnya masih menjadi pembunuh nomor satu dengan raihan 29 persen kematian global setiap tahun.

Peringkat kedua diduduki penyakit infeksi dengan 16,2 persen kematian, disusul kanker yang diklaim menyebabkan 12,6 persen kematian di dunia.
Angka tersebut disampaikan WHO dalam laporan mengenai beban penyakit global setebal 146 halaman.

Masterplan Smart City Tanjungpinang, Kominfo RI Nilai Bisa Jadi Percontohan

Menurut Badan PBB tersebut, perhitungan ini didasarkan catatan kematian dari 112 negara pada 2004, dimana data riset terbaru telah tersedia pada skala lebih luas.

Peringkatnya sendiri belum berubah sejak 1990, di mana WHO menggelar riset  untuk pertamakalinya secara global.

Tidak sedikit warga Indonesia pada umumnya dan Batam pada khususnya mengalami penyakit yang sama.

Kendati, Institut Jantung Negara Malaysia (National Heart Institute) atau Rumah Sakit Jantung menawarkan solusi.

Country Manager Marketing dan Medical Tourism Muhammad Hizami Aizat yang datang ke Batam Selasa (1/10),  memperkenalkan rumah sakit itu.

Disperindag Kota Batam Rencanakan Adanya Layanan Pesan Antar Kuliner di Welcome To Batam

Di hadapan beberapa wartawan menjelaskan,  rumah sakit itu di negaranya sudah berdiri sejak 1992. Pada tahun 2008 lalu,  melalui kementerian keuangan negaranya membuka diri untuk komersil secara internasional.

"Ini bicara persoalan kemanusiaan. Tidak saja hanya pada benefit keuangan. Tetapi sejatinya, penyakit jantung sangat berbahaya. Tidak lah salah kami menawarkan diri soal kemashlahatan umat ini. Kami siap memberikan solusi. Dan kami tangani secara medis dan terarah," kata pria yang baru pertama kali ke Batam.

Sejak 1992, rumah sakit internasional itu sudah menangani 4,2 juta pasien.

Disperindag Kota Batam Rencanakan Adanya Layanan Pesan Antar Kuliner di Welcome To Batam

Dari berbagai luar negeri, termasuk Indonesia. Di Wilayah Kepri sendiri sudah membuka kesempatan sosialisasi.

Manajer Wilayah Riau Marketing dan Medical Tourism Yusnan Ozora mengatakan, pihak rumah sakit jantung Malaysia sudah membuka perwakilan di Riau. Dan berkantor di Pekanbaru. Tepatnya di Jalan Cipta Karya, Panam,  Pekanbaru.

"Untuk memudahkan pasien yang berobat. Kami siap memberikan pelayanan. Tentu, demi keselamatan si pasien. Pada prinsipnya,  rumah sakit ini melayani penyakit jantung dan paru-paru. Di samping beberapa penyakit lainnya yang bisa," katanya.

Politeknik Negeri Batam Gelar Konferensi Ilmiah Internasional 2019

Di Malaysia sendiri,  rumah sakit jantung berada di Jalan Tun Razak Nomor 145,  Kuala Lumpur, Malaysia.

Pemaparan rumah sakit ini didukung pemerintah Provinsi Kepri. Ditandai dengan kedatangan staf khusus Gubernur dan beberapa pemangku bidang kesehatan. Rumah sakit ini bisa menjadi solusi penanganan penyakit jantung dan paru-paru.(tribunbatam.id/leo Halawa)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved