Disdukcapil Bintan Data Ulang Penduduk yang Punya Hak Pilih

Pendataan ulang ini bertujuan untuk mengakomodir pemilih pemula yang memasuki umur 17 tahun sebelum pelaksanaan Pilkada.

Disdukcapil Bintan Data Ulang Penduduk yang Punya Hak Pilih
KOMPAS.COM
Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas. 

TRIBUNBINTAN.id, BINTAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan bakal mendata ulang jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih.

Ini dilakukan untuk mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan dalam melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan serentak tahun 2020.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bintan, Ismail mengatakan, pendataan ulang data penduduk yang memiliki hak pilih bertujuan agar Data Pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan dan di tetapkan KPU Bintan pada Pilkada sesuai dengan jumlah pemilih yang ada saat ini.

Ini dikarenakan ada perubahan data penduduk setelah Pemilihan Legislatif 17 April kemarin. 

"Ada yang pindah keluar dari Bintan, ada yang pindah tempat tinggal dan lain sebagainya," tuturnya Selasa (01/10/2019).

Tidak hanya itu, pendataan ulang ini juga bertujuan untuk mengakomodir pemilih pemula yang memasuki umur 17 tahun di tahun 2019 dan tahun 2020 sebelum pelaksanaan Pilkada.

Disdukcapil Bintan Ajukan Penambahan Blanko KTP Elektronik, Ismail Tegaskan Layanan Tetap Jalan

Dalmasri Pastikan Diri Maju ke Pilkada Bintan

Disdukcapil Bintan Sudah Terima 1000 Keping Blangko, Pengurusan KTP Elektronik Lancar Lagi

Pendataan ini sekaligus mengakomodir masyarakat yang baru memiliki KTP elektronik dan warga baru yang bertempat tinggal di Kabupaten Bintan.

"Dengan pendataan ulang ini, bisa mengakomodir pemilih di Bintan. Sehingga tidak  golput," terangnya.

Ismail juga menambahkan, akan berkordinasi dengan KPU Bintan agar hak warganya untuk memilih pada Pilkada 2020 nanti bisa diakomodir dengan baik.

Khususnya bagi warga yang berdomisilihnya di Kabupaten Bintan, tetapi tidak berada lokasi tempat pemilih suara.

Seperti contoh ada warga yang berada di Bintan, sebelumnya mengurus KTP elektronik dan bertempat tinggal di Kijang, dan pindah ke Uban.

Namun karena domisilinya belum di urus, warga tersebut harus kembali ke Kijang untuk memilih.

"Hal inilah yang harus diperhatikan lagi dari pengalaman Pemilu sebelumnya. Solusi apa yang akan dilakukan KPU Bintan, apakah membuat suatu ketetapan hanya berbentuk surat domisili sementara, apakah itu berbentuk hanya melapor saja dan lainya," ucapnya.

Ismail juga mengimbau agar masyarakat Bintan yang belum memiliki KTP elektronik untuk segera mengurus di Kecamatan masing-masing.

"Kusus kepada warga yang sudah memasuki usia 17 tahun keatas, untuk segera melakukan pengurusan KTP elektronik," tutupnya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved