Selasa, 5 Mei 2026

IMPEACHMENT DONALD TRUMP

Trump Akui Minta Ukraina dan China Selidiki Saingannya Joe Biden, Peluang Dimakzulkan Makin Besar

Presiden Amerika Serikat akhirnya mengakui bahwa dia menginginkan China dan Ukraina melakukan penyelidikan terhadap mantan wakil presiden AS Joe Biden

Tayang:
Kompas.com
Donald Trump 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat akhirnya mengakui bahwa dia menginginkan China dan Ukraina melakukan penyelidikan terhadap mantan wakil presiden AS Joe Biden, Kamis (3/10/2019).

Pengakuan yang mengejutkan ini semakin mempersulit posisinya dari upaya penyelidikan kongres AS untuk memakzulkan Donald Trump. setelah laporan percakapannya dengan Presiden Ukraina bocor pekan lalu.

Donald Trump menjadi sasaran penyelidikan formal untuk pemakzulan yang didorong Partai Demokrat di Kongres AS karena meminta bantuan asing untuk menjatuhkan lawan politiknya pada Pilpres 2020 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Donald Trump menelepon Presiden Ukraina terpilih, Volodymyr Zelensky, pada 25 Juli lalu.

Empat Polisi Tewas Diserang oleh Seorang Pria Pakai Pisau di Paris

VIRAL Video Wanita Tanpa Busana Minta Dibelikan Baju kepada Teman Prianya saat di Kamar Hotel

Sebentar Lagi Pelantikan Presiden, Ini Gambaran Kabinet Jokowi Periode 2019-2024

Menurut laporan yang kabarnya dibocorkan oleh intelijen AS itu, Trump meminta Zelenzky untuk menyelidiki bisnis migas putra Joe Biden, Hunter, dengan iming-iming bantuan.

Sehari sebelumnya, AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina dan dituduh sebagai cara Trump untuk menekan Zelensky.

"Saya akan merekomendasikan agar mereka memulai penyelidikan terhadap Biden dan putranya," jawab Trump, Kamis.

Trump bahkan mengatakan bahwa dia meyakini China juga harus meluncurkan penyelidikan terhadap bisnis putra Biden di negara itu.

"Dan omong-omong, China juga harus memulai penyelidikan terhadap ayah dan anak Biden, karena apa yang terjadi di China sama buruknya dengan yang terjadi di Ukraina," kata Trump.

Trump menunjukkan amarahnya dalam menyikapi penyelidikan pemakzulan terhadap dirinya yang dilancarkan Demokrat.

"Demokrat yang tak bisa apa-apa itu harusnya fokus membangun negara. Bukan menghabiskan waktu dan tenaga untuk omong kosong (bullshit) sejak saya menang secara menakjubkan," tulis Trump.

"Carilah kandidat yang lebih baik mulai sekarang, kalian akan membutuhkannya!" lanjutnya.

Trump juga mengarahkan tudingannya kepada Adam Schiff, ketua komite intelijen DPR AS yang memimpin penyelidikan pemakzulan tersebut.

Trump menyebut Schiff sebagai pria tidak jujur yang licik dan menuduhnya telah memalsukan segala ucapannya.

Dia menganggap Schiif seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya, atau mungkin dipaksa mundur, karena telah bertindak memalukan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved