Moeldoko Ingin Tertibkan Buzzer, Relawan Medsos Jokowi dan Rocky Gerung Bereaksi
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menertibkan para buzzer dapat reaksi dari relawan Jokowi dan Rocky Gerung
Priyo mengaku bukan orang yang fanatik terhadap salah satu tokoh. Ia mengakui kini dirinya juga mengamplifikasi konten yang bersifat kritik terhadap orang yang didukungnya.
Menurutnya, meskipun berada di sisi petahana, kontrol terhadap kinerja pemerintah tetap perlu dilakukan.
Berbeda halnya dengan Priyo, Ajeng yang menjadi relawan medsos untuk pemenangan Prabowo-Sandi menyambut baik keinginan pemerintah menertibkan para buzzer.
Namun, ia berharap buzzer yang ditertibkan adalah buzzer yang menyebarkan konten negatif seperti hoaks.
"Ya kalau kontennya isinya hoaks, ujaran kebencian, provokatif, ya harus ditertibkan, supaya enggak terjadu gaduh begitu," kata Ajeng.
Ajeng mengaku bersuara mendukung Prabowo-Sandi lewat akun medsos pribadinya dan admin Relawan Pepes.
Ia mengaku tak pernah menyerang atau melakukan kampanye hitam kepada lawan politik jagoannya, yakni Jokowi-Ma'ruf.
"Waktu pilpres itu kami lebih sering menonjolkan program-program jagoan kami, apa yang jadi visi-misi, mengkritik iya, tapi kritik yang membangun," kata Ajeng.
Selain itu, ia juga tidak setuju jika pemerintah juga menertibkan para akun buzzer atau akun umum yang menyuarakan kritik terhadap kebijakan atau kinerja pemerintah.
Pengawasan dari warga melalui media sosial perlu dilakukan.
"Kalau kebijakannya enggak pro rakyat, enggak membuat rakyat adil dan makmur, kami harus katakan itu. Apalagi kan sekarang memang sudah selesai Pemilu, jadi ya kita dukung dan awasi jalannya pemerintahan nanti," tandasnya.
Reaksi Rocky Gerung
Rocky Gerung juga ikut bereaksi mengenai rencana penertiban buzzer.
Rocky Gerung menyoroti mengenai upaya perang melawan hoax.
Gandeng Kominfo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2019_juni_rocky-gerung-miliki-rumah-mewah.jpg)