DEMO HONG KONG

Hong Kong Jadi Medan Pertempuran, Demonstran Rusak dan Bakar Bank, Toko dan Sejumlah Gedung

Eskalasi kerusuhan di Hong Kong semakin membesar setelah pemerintah Hong Kong melarang demonstrasi menggunakan topeng atau masker.

Hong Kong Jadi Medan Pertempuran, Demonstran Rusak dan Bakar Bank, Toko dan Sejumlah Gedung
South China Morning Post
Demonstrasi di Hong Kong berubah menjadi medan pertempuran yang sengit dalam tiga hari terakhir, setelah pemerintah mengeluarkan UU anti-topeng atau masker. 

Sebuah bendera kuning naik di bagian atas gedung untuk memperingatkan para demonstran dan beberapa pria berseragam terlihat merekam para pengunjuk rasa sembari menembakkan lampu sorot ke arah demonstran.

Barak militer China (PLC) mengibarkan bendera kuning untuk memperingati demonstran Hong Kong agar menjauh (SCMP).

Namun, tidak terjadi apa-apa karena para demonstran kemudian belalu dari kawasan tersebut.

Di Sham Shui Po, seorang sopir taksi berusia 60-an menabrak kerumunan demonstran dan melukai seorang wanita.

Kelompok-kelompok bertopeng yang marah kemudian menarik pengemudi keluar dari mobil dan memukulinya, sebelum kemudian diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Sopir taksi itu dilaporkan pingsan, wajah dan kepalanya berlumuran darah sementara taksinya dihancurkan.

Aktris lokal Celine Ma, dengan darah di wajah dan dadanya, juga mengatakan dia dipukuli oleh pengunjuk rasa karena merekam para pengunjuk rasa kantor cabang Bank of China di dekatnya.

Aktris Celine Ma terluka dipukuli para demosntran Hong Kong (TVB)

Otoritas Rumah Sakit mengatakan bahwa, pada pukul 11 ​​malam, 11 orang dirawat di rumah sakit, tiga dalam kondisi serius dan lima stabil. Kondisi dua pasien lainnya tidak diketahui dan satu orang lagi sudah dipulangkan.

Kekerasan yang meningkat pada hari Minggu di empat distrik  berlanjut hingga larut malam di Mong Kok.

Sebuah sumber pemerintahan mengatakan kepada SCMP bahwa UU anti-topeng yang baru diluncurkan tidak ditargetkan untuk mengekang aksi demo, namun untuk mengurangi tindakan anarkisme.

"Kami tahu betul para pemrotes tidak peduli dengan ancaman hukuman penjara satu tahun di bawah undang-undang anti-topeng karena mereka bisa dipenjara hingga 10 tahun jika mereka dinyatakan bersalah melakukan kerusuhan," kata sumber itu.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved