BATAM TERKINI
DEADLINE 4 Bulan, Presiden Minta Kepala BP Batam Rudi Perbaiki Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar
BP Batam akan meningkatkan kapasitas pelabuhan peti kemas Batuampar hingga 5 juta TEUs per tahunnya. Tugas itu diberi deadline 4 bulan oleh Presiden.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala BP Batam, HM Rudi mengungkapkan, BP Batam akan meningkatkan kapasitas pelabuhan peti kemas Batuampar hingga 5 juta TEUs per tahunnya.
Hal ini disampaikan Rudi, di sela-sela kegiatan Customer Gathering 2019 PT Bank Sumut Cabang Batam. Kegiatan berlangsung di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, Batam, Kamis (10/10/2019).
"Untuk pelabuhan, akan kita tingkatkan dari 350 ribu TEUs per tahun bisa 5 juta TEUs per tahun," kata Rudi.
Ia mengatakan, ada beberapa hal yang diperintahkan Presiden RI Joko Widodo, saat pelantikannya sebagai Kepala BP Batam, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Ia pun diberi tenggat waktu empat bulan untuk perubahan itu.
Satu di antaranya soal pelabuhan peti kemas di Batuampar.
• Masuk Prioritas Segera Diatasi Kepala BP Batam Baru, Begini Kondisi Pelabuhan Batuampar Batam
• Pelabuhan Batu Ampar tak Layak, Mulai Desember Pelabuhan Kapal Pelni Balik ke Sekupang Batam
Upaya meningkatkan kapasitas pelabuhan peti kemas ini, di antaranya dengan penyempurnaan pelabuhan dan mengganti alat pembongkaran barang dari kapal ke darat.
"Jadi nggak pakai truck crane lagi, tapi pakai crane permanent yang dipasang," ujarnya.
Ia berharap, dalam waktu dekat perbaikan ini bisa diselesaikan. Paling tidak dalam 4 bulan, ada progres menuju peningkatan kapasitas itu.
Rudi mengatakan, dengan crane permanent ini, bisa memotong waktu bongkar muat barang.
Perkiraannya butuh waktu 3-5 menit saja.
Atau taksirannya meningkat 12 kali lipat kecepatannya dibanding sebelumnya.
Sementara dengan truck crane, waktunya bisa sampai 1 jam.
Ia melanjutkan, saat ini pelabuhan peti kemas di Batuampar itu sudah tidak layak lagi difungsikan untuk ekspor dan impor.
"Makanya perintah pak Presiden kemarin, Pelabuhan Batuampar diperbaiki," kata Rudi.
Sebelumnya diberitakan, sesuai rencana yang dimiliki BP Batam, tahapan pertama pengembangan pelabuhan akan tertuju untuk pengerukan alur laut dan penataan container yard di dermaga utara. Termasuk penataan atas lahan Persero seluas 10 hektare.
"Termasuk juga pengoperasian RTG (rubber tyred gantry) dan HMC (harbour mobile crane) di dermaga utara," ujar Kepala Badan Pengelola Pelabuhan Batam BP Batam, Nasrul Amri Latif.
Alat bongkar muat berupa dua unit RTG dan dua unit HMC ini, sebenarnya sudah berada di Pelabuhan Batuampar sekitar Mei lalu.
Alat itu didatangkan Pelindo I, namun belum dioperasikan karena BP Batam masih mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.
Nasrul memperkirakan, untuk tahapan pertama pengembangan pelabuhan ini, akan memakan waktu sekitar 7-9 bulan, setelah proses lelang selesai.
BP Batam sebenarnya punya tiga tahapan pengembangan Pelabuhan Batuampar. Setelah tahapan pertama selesai, BP akan lanjut ke tahapan kedua dan ketiga.
Adapun rencana tahapan kedua pengembangan pelabuhan, yakni revitalisasi dermaga selatan.
Termasuk fasilitas seaway dan gudang.
Sedangkan tahapan ketiga, revitalisasi dermaga utara lama dan dermaga timur, serta reklamasi seluas 20 hektare di dermaga utara.
Nasrul memperkirakan, dengan reklamasi ini bisa menambah volume kapasitas yang masuk ke Pelabuhan Batuampar, 3 juta hingga 5 juta TEUs.
Perkiraan waktu penyelesaiannya, sekitar 3-5 tahun. Estimasi biaya pengembangan pelabuhan dari ketiga rencana itu, sekitar Rp 1,7 triliun. (tribunbatam.id/dewi haryati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-pelabuhan-peti-kemas-di-pelabuhan-batuampar-batam_20160824_215505.jpg)