Jika Prabowo Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi-Maruf, Inilah Bahayanya

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, Partai Gerindra seharusnya tetap menjaga kepercayaan pemilih dengan menjadi opo

Jika Prabowo Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi-Maruf, Inilah Bahayanya
DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN
Foto-foto Pertemuan Jokowi-Prabowo Hingga Selfie Bareng Usai Kasus Penusukan Wiranto, Kompak dan Mesra 

TRIBUNBATAM.id - Apa bahayanya jika Partai Gerindra bergabung ke pemerintah pasca Presiden Jokowi dan Prabowo jelang pelantikan presiden?

Sikap politik Prabowo Subianto sangat dinantikan, meski santer berhembus kabar peluang Gerindra gabung pemerintah kian menguat. 

Terbaru yakni adanya sinyal Sandiaga Uno bakal jadi menteri di Kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Sebenarnya, Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto dan Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono dua parpol besar yang diharapkan bisa menjadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Tapi bagaimana jika elite parpol ini tergiur jatah menteri dari kekuasaan?

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua umum DPP Demokrat SBY menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Jokowi.

 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, Partai Gerindra seharusnya tetap menjaga kepercayaan pemilih dengan menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Jika Gerindra masuk dalam pusaran kekuasaan, menurut dia, ini akan mengecewakan pemilihnya.

Menurut Ujang, Prabowo harusnya menyadari bahwa pada Pilpres 2019, ada 68 juta pemilih yang berharap mantan Danjen Kopassus itu menjadi presiden.

"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Karena pendukungnya banyak yang menginginkan Gerindra berada di luar kekuasaan. Menjadi oposisi sama-sama terhormatnya dengan berkuasa," kata Ujang saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/10/2019).

"Bahkan, menjadi oposisi lebih terhormat karena bisa mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan dan salah arah," ucap dosen politik di Universitas Al Azhar ini.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved