Usai Rocky Gerung, Giliran PA 212 Soroti Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Kami Pasti Menolaknya

Usai Rocky Gerung, Giliran PA 212 Soroti Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Kami Pasti Menolaknya

Usai Rocky Gerung, Giliran PA 212 Soroti Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Kami Pasti Menolaknya
Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com
Slamet Ma'arif saat berbicara mengenai persiapan kepulangan Habib Rizieq di Kantor DDII, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018) 

PA 212 Soroti Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Kami Pasti Menolak Rekonsiliasi dengan Pemerintah

TRIBUNBATAM.id - Pertemuan Prabowo dan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat lalu memantik perhatian sejumlah pihak.

Pertemuan Prabowo-Jokowi pun ditanggapi Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menegaskan, pihaknya tidak akan berekonsiliasi dengan pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Penegasan ini juga sekaligus jawaban atas pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi Jumat (11/10/2019) lalu di Istana Presiden.

"Kami mujahid 212 tidak akan rekonsiliasi dengan ketidakadilan, tidak akan berekonsiliasi dengan kecurangan dan kezaliman," ucapnya, Minggu (13/10/2019).

"Hasil Itjima Ulama IV sama-sama kita tahu bahwa kita menolak kepemimpinan hasil kecurangan dan menjaga jarak. Itu hasilnya dan setiap produk hukum yang lahir dari ketidakadilan kita tidak terima," kata Slamet Maarif.

"Jadi, ketika ada Ketum partai manapun yang ingin berusaha berekonsiliasi dengan pemerintah ya kami pasti menolaknya," tambahnya menjelaskan.

Jika ingin berekonsiliasi dengan PA 212, maka Slamet Maarif menyebut, pemerintah harus memulangkan kembali Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

"Jangan bermimpi rekonsiliasi kalau imam kami belum pulang ke Indonesia. Itu harga mati buat kami," tuturnya. (TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci)

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved