Gegara Pemerintah Pajaki WhatsApp, Warga Lebanon Berunjuk Rasa

Saking populernya, bahkan banyak warga rela turun ke jalan untuk membela aplikasi ini. Yap, aksi unjuk rasa ini terjadi di Lebanon

Gegara Pemerintah Pajaki WhatsApp, Warga Lebanon Berunjuk Rasa
www.theguardian.com
ILUSTRASI - Percakapan mesum tentang organ intim di WhatsApp (WA) 

TRIBUNBATAM.id - WhatsApp sudah berhasil menjadi aplikasi chatting paling populer di dunia saat ini.

Kami yakin Sobat Nextren semua juga jadi pengguna setia aplikasi yang satu ini.

Saking populernya, bahkan banyak warga rela turun ke jalan untuk membela aplikasi ini.

Yap, aksi unjuk rasa ini terjadi di Lebanon, Jumat (18/10/2019).

Tidak tanggung-tanggung, ribuan warga menggelar unjuk rasa untuk menolak pajak yang akan diberlakukan pada aplikasi kesayangan mereka ini.

Mengutip Kompas.com, ribuan orang turun ke jalan-jalan di penjuru kota di Lebanon untuk melampiaskan amarah mereka.

Inilah Deretan Hape Gaming Android Paling Perkasa, Siap Mainkan Game Apapun

Mantan OB Ini Sukses jadi Pengusaha Ayam Goreng, Saingi Hotman Paris

 

Rupanya ribuan massa ini menuduh para politisi sudah berlaku korup sehingga masalah ekonomi muncul di negara Timur Tengah tersebut.

Akibatnya pemerintah kemudian menerapkan pengenaan pajak sebesar Rp 30.000 untuk penggunaan aplikasi pengolah pesan, termasuk WhatsApp.

Jumlah ini pastinya dirasa besar untuk banyak orang.

Apalagi bagi orang yang memiliki lebih dari satu aplikasi olah pesan di hape masing-masing.

Akibat protes yang hebat ini, Menteri Telekomunikasi, Mohamed Choucair langsung menggelar konferensi pers.

Mengatakan bahwa Perdana Menteri Saad Hariti sudah memintanya untuk mencabut usulan pajak WhatsApp itu.

Selain menolak pajak WhatsApp, para pengunjuk rasa ini juga menolak kenaikan pajak untuk rokok dan BBM.

Massa mengatakan bakal tetap bertahan di jalan hingga pemerintah mengundurkan diri.

Waduh, kira-kira gimana nih kalau ada pajak seperti ini juga di Indonesia? (*)

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved