BATAM TERKINI

Pengusaha Siap Bayar Ganti Rugi Rumah yang Berdiri di PL Pengusaha di Kampung Tua Seranggong Batam

Ketua Rukun Khazanah Warisan Batam (RKWB), Mazmur Ismail yang sudah bekerja sebagai tenaga pendidik sejak tahun 1972 lalu, menceritakan sejarahnya.

Pengusaha Siap Bayar Ganti Rugi Rumah yang Berdiri di PL Pengusaha  di Kampung Tua Seranggong Batam
TRIBUNBATAM/DIPA NuSANTARA
Polemik kepemilikan Lahan Kampung Tua Seranggong, Kota Batam, diyakini memenuhi syarat sebagai kampung tua oleh Ketua Rukun Khazanah Warisan Batam (RKWB), Mazmur Ismail. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Rukun Khazanah Warisan Batam (RKWB), Mazmur Ismail yang sudah bekerja sebagai tenaga pendidik sejak tahun 1972 lalu, menceritakan terkait sejarah Kampung Seranggong.

Ia menyebut sewaktu dia menjadi guru ada dua orang murid yang tinggal di Kampung Serangsong yaitu Arsyad dan Jamil. Kakak beradik itu tinggal di Kampung Seranggong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

"Jadi memang, kampung itu sudah lama. Saya ingat betul kedua murid saya itu dari kampung ini. Makanya kami dari RKWB berani merekomendasikan kampung itu agar masuk ke dalam titik kampung tua," katanya saat Tribun Batam hubungi, Minggu (20/10/2019) malam.

Selain tanda kehidupan itu, Mazmur juga menyebut tanda kehidupan lain di sana berupa makam milik Almarhum Ibrahim bin Utu Halus.

"Bahwa Itu nenek moyang kami dulu. Orangtua di Seranggong," ungkapnya.
Dia menuturkan, walau Kampung Tua Seranggong bersama dua kampung lain yaitu Air Raja dan Mentarau tidak masuk dalam SK pemerintah nomor 105 tahun 2004 perihal kampung tua, namun dirinya tetap yakin ketiga kampung itu memenuhi persyaratan lain.

Oleh sebab itu, dia memandang dan melihat perkampungan tua di Kota Batam ini, setelah ditetapkan 37 titik, termasuk di dalamnya Kampung Tua Seranggong, Air Raja, dan Mentarau.

"Secara autentik nampak, Arsyad dan Jamil murid saya itu contohnya. Selain itu makam kuno tadi," katanya lagi.

Dia menjelaskan, jika nama Seranggong sendiri berasal dari burung Ranggong, burung berwarna putih dan sering hinggap di pohon-pohon tua kala itu.

Banyaknya burung di wilayah kampung ini, sehingga nama kampung ini diabadikanlah nama burung menjadi nama kampung.

"Seranggong ini sejarahnya banyak burung Ranggong. Di sini banyak kali burung Seranggong makanya Kampung Seranggong," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved