Polisi Tangkap Pembobol BNI, Kapolda Maluku Copot Direktur Reskrimum dan 5 Anggota untuk Diperiksa

Skandal kasus pembobolan dana nasabah BNI senilai ratusan miliar rupiah memakan korban

Polisi Tangkap Pembobol BNI, Kapolda Maluku Copot Direktur Reskrimum dan 5 Anggota untuk Diperiksa
(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat memberikan keteranagn kepada waratwan terkait kasus pembobolan dana nasabah BNI Cabang Ambon di runag kerjanya, Kamis (17/10/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Kasus penjebolan atau pembobolan keamanan dana bank di Bank BNI Ambon meresahkan nasabah.

Kasus pembobolan ini sudah dalam proses penyelidikan serius polisi

Ditengarai, pembobolan dana nasabah melibatkan sindikat atau orang per orang dalam satu kelompok.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan bahwa bahwa dana nasabah tetap aman menyusul terjadinya kasus pembobolan di Ambon.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI.

Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya," ucap Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan lewat keterangannya Sabtu (19/10/2019).

Peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum sebuah sindikat.

Pembobolan dilakukan oleh tersangka FY, dan pelaku telah ditangkap.

Hasil investigasi mengungkap terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi yang tidak wajar.

Di mana FY, yang merupakan bagian dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis.

Para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah-olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum.

Padahal dananya berasal dari hasil penggelapan dana bank.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved