BATAM TERKINI

Masukkan Sabu ke Perut Lewat Anus, WNA Asal Malaysia Kapok Bawa Sabu ke Batam

Demi uang 3.000 Ringgit Malaysia, pria berinisial M (41) asal Malaysia rela memasukkan tiga bungkus narkotika jenis sabu ke dalam perutnya.

Masukkan Sabu ke Perut Lewat Anus, WNA Asal Malaysia Kapok Bawa Sabu ke Batam
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Demi uang 3.000 Ringgit Malaysia, pria berinisial M (41) asal Malaysia rela memasukkan tiga bungkus narkotika jenis sabu ke dalam perutnya. 

Sabu Simpan Dalam Perut Lewat Anus, WNA Asal Malaysia Kapok Bawa Sabu ke Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Demi uang 3.000 Ringgit Malaysia, pria berinisial M (41) asal Malaysia rela memasukkan tiga bungkus narkotika jenis sabu ke dalam perutnya.

Dari pengakuannya, sabu itu dimasukkan olehnya melalui anus.

Yakin modusnya tidak diketahui petugas, M percaya diri berangkat menuju Kota Batam melalui jalur laut.

Sesampainya di pelabuhan, petugas Pelabuhan Ferry International Batam Center pun mencurigai dan langsung meringkusnya.

Hal ini terungkap saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menggelar konferensi pers, Selasa (22/10/2019).

Diketahui, M membawa sabu sebanyak 175 gram di dalam perutnya.

"Kamu kalau mau begitu jangan ke Indonesia ya? Pergi ke luar saja sana. Entah ke Thailand atau ke mana. Kapok kamu sudah ketangkap?" tanya Bubung Pramiadi saat mendampingi Kabid Berantas BNNP Kepri, Arif Bastari, dalam konferensi pers yang digelar.

Belum Seminggu Bebas, Kurir Ekstasi & Sabu Tergiur Upah Rp 50 Juta dan Kembali Masuk Sel

Dengan samar-samar, M pun mengatakan dirinya enggan untuk mengulangi perbuatannya ini.

Terdengar pelan, dia mengaku ini adalah aksi pertamanya sebagai kurir narkoba.

"Iya tidak lagi," ucapnya dengan bahasa yang khas.

Selain itu, Bubung pun mengatakan pemberantasan ini jangan hanya dilihat pada berapa total keuntungan yang akan didapat oleh seorang kurir narkotika jika berhasil melancarkan tugasnya.

Namun dia mengajak masyarakat, untuk dapat melihat kepada dampak yang akan terjadi jika peredaran narkotika dibiarkan begitu saja.

"Bayangkan, 1 gram itu bisa selamatkan 4 sampai 5 nyawa. Kalkulasikan dengan pemusnahan hari ini yang mencapai belasan ribu. Sudah berapa nyawa? Jika ini dibiarkan, bahaya untuk masyarakat karena pengaruhnya itu," ungkap Bubung. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved