Sidang Perdana Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Larang Menteri Debat di Luar Rapat
Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju tidak memperlihatkan perbedaan sikap atas keputusan pemerintah kepada publik.
TRIBUNBATAM.id - Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju tidak memperlihatkan perbedaan sikap atas keputusan pemerintah kepada publik.
Presiden mempersilakan perdebatan terjadi di antara para menteri hanya di dalam forum-forum rapat kabinet.
"Kalau sudah diputuskan di dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi," tegas Jokowi dalam sidang paripurna Kabinet Indonesia Maju, Kamis (24/10/2019)
Rapat perdana Kabinet Indonesia Maju itu disiarkan dan diunggah oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi menjelaskan bahwa dirinya akan mendengar segala masukan para menteri yang disampaikan dalam rapat.
Ia mempersilahkan bagi para menteri untuk berdebat dan beradu pendapat saat rapat.
• Tak Hanya Manis, Ini 7 Manfaat Luar Biasa Buah Leci Untuk Kesehatan
• Nenek di Tangsel Minta Bantuan Damkar, Cincinnya Tak Bisa Lepas dari Jari, Endingnya Begini
• KEREN, Google Kirim Sereal buat Sarapan, Isinya Ternyata Pixel 4
• Usai Jadi Saksi Sidang Tipikor, Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Sosok dokter Terawan
Dalam rapat-rapat kabinet baik itu rapat paripurna, rapat terbatas, rapat internal kabinet menurut Jokowi keputusan rapat dinaungi oleh payung hukum.
Sehingga para menteri diminta tak lagi meramaikan atau berbeda pendapat setelah keputusan diambil.
"Silakan ramainya di dalam rapat. Mau debat di dalam rapat saya dengarkan. Tapi kalau sudah diputuskan dengan segala resiko harus kita laksanakan," kata Jokowi.
Ia menambahkan ketika ada kondisi tertentu dan perubahan yang terjadi di lapangan, semuanya akan diselesaikan melalui rapat internal dan terbatas.
Pada sidang paripurna Kabinet Indonesia Maju yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi menyampaikan empat pesan penting.
Para Menteri Jokowi serius mendengarkan pesan Jokowi . Sebagian tampak mencatat pesan-pesan yang disampaikan oleh Presiden.
Pertama, Jokowi menegaskan bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada hanya visi misi Presiden dan Wakil Presiden.
Pesan tersebut disampaikan Jokowi karena pada periode pemerintahan sebelumnya, terdapat 1, 2, 3 menteri yang belum paham mengenai hal tersebut.
"Ini tolong dicatat, karena dalam lima tahun yang lalu ada 1, 2, 3 menteri yang masih belum paham mengenai ini," kata Jokowi.
kedua, Jokowi berpesan kepada menterinya agar bekerja sebagai tim.
Menteri Koordinator nantinya akan mengkoordinir para menteri Jokowi untuk bekerja sebagai sebuah tim.
"Jangan sampai ada lagi Menteri yang tidak hadir ketika diundang oleh Menko," tambahnya.
Ia menyindir ada menteri yang tidak pernah datang sekalipun saat diundang oleh Menko.
"Ada yang seperti itu, tidak pernah datang sekalipun dalam waktu lima tahun, saya juga baru dengar," tutur Jokowi.
Jokowi menjelaskan tidak mungkin untuk bekerja sendiri-sendiri dalam mengurus Indonesia yang merupakan negara besar.
Kata kerja tim diucapkan berkali-kali oleh Jokowi, dia menegaskan jangan sampai ada yang bekerja sektoral saja.
ketiga, Jokowi Presiden Indonesia ke-7 tersebut mengatakan terlalu banyak regulasi dan peraturan di Indonesia yang masih tumpang tindih dengan peraturan di atasnya.
"Regulasi dalam bentuk undang-undang, peraturan presiden, peraturan menteri, peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan bupati dan peraturan walikota, tolong diperhatikan, karena masih banyak yang tumpang tindih," tambahnya.
"Tolong ini dilihat di setiap kementerian, yang membuat kita tidak cepat bekerja, yang menghambat pelayanan masyarakat, yang menghambat investasi usaha, segera dilaporkan dan nantinya akan kita hapuskan," kata Jokowi.
Keempat, pesan terakhir dari Jokowi adalah tujuan besar yang ingin dicapai dalam setiap pekerjaan adalah menciptakan lapangan kerja.
"Lapangan kerja adalah hal yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat," terang Jokowi yang mengenakan busana kemeja putih polos.
Jokowi menegaskan agar jangan sampai ada menteri yang tidak mengerti tentang perihal cipta lapangan kerja.
"Setiap hal yang berkaitan dengan cipta lapangan kerja, berikan ruang dan pelayanan sebaik-baiknya," ungkap Jokowi di akhir video.
Dalam pidatonya di sidang paripurna Kabinet Indonesia Maju, Jokowi beberapa kali memberi contoh kelalaian yang dilakukan oleh menteri terdahulu.
Kelalaian pertama adalah, menteri yang tidak paham perihal visi misi menteri.
Kedua, Jokowi membahas bagaimana ada menteri yang tidak pernah hadir rapat undangan Menko selama lima tahun menjabat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sidang Perdana Kabinet Indonesia Maju, Ini Alasan Jokowi Melarang Menteri Debat di Luar Rapat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sidang-kabinet-paripurna-di-istana-merdeka.jpg)