Pengusaha Maritim Batam Sirahturahmi Dengan BP Batam, Singgung Sepinya Usaha Maritim di Batam
Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadiri silaturahmi dengan pengusaha maritim Batam, Kamis (24/10) di Hotel Travelodge, Batam.
Penulis: Dewi Haryati | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadiri silaturahmi dengan pengusaha maritim Batam, Kamis (24/10) di Hotel Travelodge, Batam.
Para pengusaha ini tergabung dalam beberapa asosiasi pengusaha.
Seperti Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Batam, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), dan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI).
• Video Leher Pria Dililit Ular Piton Sepanjang 3 Meter, Butuh 3 Pria untuk Melepaskan Lilitan Ular
• Pemeran Yuni Mulai Jarang Muncul di Tukang Ojek Pengkolan, Begini Tanggapan Anastasja Rina
• Visitors of Lapas Reckless to Smuggled 21 Packets of Methamphetamine in the Meatballs
Dari BP Batam dihadiri Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Shahril Japarin dan Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Nasrul Amri Latif.
Dalam forum tersebut, para pelaku usaha kemaritiman menyampaikan beberapa perkembangan, peluang dan hambatan di bidang terkait.
"Hampir tiga tahun ini kami kesulitan. Industri kemaritiman mati dan peluang pekerjaan semakin berkurang,” ujar Ketua DPC INSA Kota Batam, Osman Hasyim, dalam rilis Humas BP Batam yang diterima Tribun, Jumat (25/10).
Sementara menurutnya, industri maritim merupakan tulang punggung perekonomian Batam.
Ditilik dari letak geografis yang menjadikan Batam tempat berkumpulnya kapal-kapal dan menumbuhkan industri perkapalan.
"Ini yang harus kita kembangkan. Tidak ada alasan Batam tidak maju!,” ujarnya.
Meski begitu, dari pihaknya tetap semangat dan percaya Batam mampu menjadi kota maritim yang andal.
Osman berharap, dari diskusi itu dapat memberikan masukan yang baik untuk kedua belah pihak.
Termasuk dengan kehadiran pemimpin yang baru di BP Batam, dapat memberikan harapan baru bagi pelaku usaha kemaritiman.
Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Shahril Japarin meyakini, pelabuhan yang ada di Batam bisa menangkap besarnya peluang kemaritiman di perairan Selat Malaka.
• Sabtu (26/10) Besok, Puncak Hari Bakti 48 Tahun BP Batam, Mantan Kepala & Pensiunan Ikut Dilibatkan
• Fitur Terbaru Pokemon GO, Sesama Pemain Bakal Bisa Bertarung Secara Online
Shahril juga menginginkan pengembangan pelabuhan bisa turut mengembangkan industri maritim di Batam.
"BP Batam ingin rencana pengembangan pelabuhan nantinya, mampu membesarkan bisnis yang ada dengan lebih sistematis, sehingga kita mampu menangkap peluang yang jauh lebih besar lagi,” kata Shahril.
Terkait keluhan, pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Djakarta Lloyd di tahun 2011 tersebut mengatakan, dua di antaranya yakni mengenai kejelasan arah kebijakan kepelabuhanan BP Batam dan pelanggaran kode etik oleh karyawan BP Batam saat bekerja.
"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pelaku usaha maritim. Karena penyimpangan di lapangan yang memang kita minta untuk dilaporkan untuk nantinya kami perbaiki secara bertahap. Kami juga akan melakukan pembinaan, khusus kepada karyawan yang melanggar kode etik saat bekerja," ujarnya.
Lebih lanjut, Shahril mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam soal tidak lanjut keluhan-keluhan tersebut.
"Kita inventarisir keluhan yang belum masuk ke dalam program BP Batam dan akan kita akomodir, sepanjang hal tersebut sejalan dengan program kita," kata Shahril. (*/wie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2019-10-25_bp-batamm.jpg)