Kamis, 7 Mei 2026

TERBONGKAR Modus Prostitusi Baru, Mucikari Umpan Pria Hidung Belang Pakai Darah Perawan Buatan

Darah perawan buatan ini untuk mengelabuhi pria-pria hidung belang yang menginginkan berhubungan badan dengan seorang gadis.

Tayang:
kompas.com
Polres Bogor mengungkap pelaku praktik prostitusi online berinisial Y (28) dan GG (29) dengan modus menjajakan gadis perawan dengan tarif jutaan rupiah, di salah satu hotel kawasan Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/10/2019) 

Membongkar Modus Prostitusi Baru, Mucikari Gaet Pria Hidung Belang dengan Darah Perawan Buatan

TRIBUNBATAM.id - Tak hanya alat elektronik yang dipalsukan, darah keperawanan pun juga jadi sasaran aksi.

Di Bogor, belum lama ini terbongkar modus pemalsuan darah perawan buatan yang dijadikan senjata menggaet pelanggan prostitusi.

Darah perawan buatan ini untuk mengelabuhi pria-pria hidung belang yang menginginkan berhubungan badan dengan seorang gadis. 

Untuk mendapatkan darah perawan buatan, mucikari memberikan kapsul keperawanan kepada anak buahnya.

1. Berawal dari Penangkapan Mucikari

Praktek prostitusi tak lazim itu terungkap setelah Polres Bogot menagkap dua mucikari, seorang perempuan berinisial Y (28) dan seorang laki-laki berinisial GG alias A, di salah satu hotel di kawasan Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

Mereka berdua menawarkan perempuan yang masih perawan melalui media sosial kepada jejaring pria hidung belang.

Modus tersebut diketahui setelah patroli Cybercrime Polres Bogor di media sosial pada Selasa (15/10/2019).

Dua mucikari tersebut menjual perempuan yang dianggap masih perawan kepada pelanggan dengan harga Rp 20 juta untuk sekali kencan.

Saat menangkap dua mucikari tersebut, polisi juga mengamankan seorang perempuan muda berinisial KO yang dipekerjakan sebagai PSK.

Para mucikari menawarkan perempuan yang masih perawan melalui jejaring sosial, seperti Facebook, Wechat, WhatsApp, dan Instagram.

Mereka selalu mencantumkan nomor telepon. Jika kencan disepakati, pelanggan harus membayar DP sebesar Rp 3 juta.

Setelah itu sang mucikari mengarahkan pelanggan ke sebuah hotel.

Sisa pembayaran Rp 17 juta akan diberikan kepada gadis yang dieksploitasi setelah mereka berkencan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved