ANAMBAS TERKINI

Warga Mubur Anambas Tetap Bersyukur Walau Listrik Cuma Nyala 14 Jam

Syukur tak terhingga, itu yang dirasakan masyarakat Desa Mubur, Siantan Utara Anambas meskipun listrik yang terpasang hanya menyala 14 jam saja.

Warga Mubur Anambas Tetap Bersyukur Walau Listrik Cuma Nyala 14 Jam
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Warga Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas, saat acara peresmian Desa Berlistrik, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Syukur tak terhingga, itu yang dirasakan masyarakat Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dengan wajah ceria walaupun cuaca tidak cukup terik, masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi peresmian "Desa Berlistrik" di lapangan bola Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Abdul Raub (58) warga Desa Mubur saat ditemui di lokasi terlihat sumringah dan mengaku sudah hadir sejak pagi untuk menyaksikan peresmian listrik di desa tercintanya.

Ia mengatakan, setiap kali rapat desa yang selalu masyarakat usulkan adalah listrik segera hadir di Desa Mubur.

"Hampir sepuluh tahun kita usulkan ini, alhamdulillah sekarang sudah hadir di Desa kita," ungkap Abdul kepada tribunbatam.id, Senin (28/10/2019).

Sebelum hadirnya listrik di Desa Mubur, Setiap harinya Abdul menggunakan mesin genset.

Selain itu Abdul juga berjualan es batu, dan membantu warga sekitar untuk memasang listrik di rumahnya.

Puluhan Tahun Gelap, Mulai Hari Ini, Senin (28/10) 27 Desa di Anambas Akan Dialiri Listrik

Untuk warga yang menumpang listrik biasanya dikenakan tarif Rp 350 ribu.

Dalam setengah hari Abdul bisa menghabiskan 12 liter minyak bensin untuk menghidupkan lampu.

"Sehari bisa habis 12 liter, itu dari pukul 17.00-11.00 WIB, sebulan bisa menutupi lah dari hasil jualan es batu sama menumpangi warga yang tidak ada lampu," ungkap Abdul.

Berbeda dengan Saldiah (53), ia harus menumpang ke rumah tetangga yang punya mesin genset. Dan perbulannya Saldiah harus membayar Rp 200 ribu. 

"Udah lama saya dan warga sini berharap adanya listrik, alhamdulillah sekarang sudah ada, waktu dulu saya kan numpang sama orang, kadang mesin orang tu suka rusak, kadang minyak susah, banyak kali masalahnya, semoga listrik baru di Desa kami bisa bermanfaat bagi warga lain," tutur Saldiah.

Diketahui sudah ada 120 rumah dari 300 rumah warga di Desa Mubur yang telah memasang listrik. 

Walaupun listrik baru menyala selama 14 jam dan belum sesuai keinginan masyarakat yaitu 24 jam, masyarakat tetap bersyukur dengan hadirnya listrik di Desa mereka. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved