LIPUTAN KHUSUS
Kondisi Stadion di Batam Memprihatinkan, Dinilai Jadi Kendala Sepak Bola Batam Susah Berkembang
Hampir setiap daerah di Indonesia berlomba-lomba mengangkat ikon daerahnya melalui sepak bola, cabang olahraga paling favorit di dunia.
TRIBUNBATAM.id - Hampir setiap daerah di Indonesia berlomba-lomba mengangkat ikon daerahnya melalui sepak bola, cabang olahraga paling favorit di dunia.
Alasannya bukan sekadar olahraga atau pengembangan bakat para telenta muda.
Tetapi karena sepak bola adalah alat pemersatu yang paling efektif bagi seluruh warganya dan “marwah” daerah itu.
Karenanya, beberapa daerah di Indonesia saat ini seakan-akan berlomba membangun stadion berstandar nasional, bahkan internasional, agar event-event penting sepak bola digelar di daerahnya.
• Bocoran Update Free Fire November 2019, Perubahan Skill Senjata hingga Event Magic Cube
• Kronologi Jaksa Telisik Dana Pajak Rp 1,2 Miliar di Pemko Tanjungpinang
• UK: Harga Nikel Naik, Beberapa Penambang Indonesia Menghentikan Ekspor Bijih
Sekaligus membangun tim kesayangan daerah tersebut.
Bagaimana di Batam? Jika tak bisa disebut mati suri, sepak bola di Kota Batam memang sudah lama sekali vakum.
Satu-satunya hiburan masyarakat saat ini adalah 757 Kepri Jaya FC yang masih bergulat untuk bisa naik kelas dari Liga 3, yang kompetisinya dimulai pada pertengahan November 2019 ini.
Klub sepak bola yang didirikan mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun empat tahun lalu itu masih bertahan di Liga 3 setelah mengalahkan PS Batam, September lalu, untuk menentukan wakil Provinsi Kepri di Liga 3.
PS Batam sendiri saat ini masih terseok-seok untuk bisa menjadi ikon sepak bola Batam.
Dulu pernah di kasta ketiga tingkat nasional, tetapi jeblok lagi karena berbagai persoalan.
Mulai dari soal dana, masalah manajemen hingga kasus korupsi.
• Eriska Nakesya Akui Hamil di Luar Nikah, Ibunda Young Lex Turut Bahagia
Kini mulai mencoba bangkit lagi, namun harus mulai merangkak dari awal lagi dan tentu saja tidak mudah. Apalatgi saat ini pemerintah melarang penggunaan APBD untuk klub sepak bola.
Namun, masalah sepak bola memang bukan soal sebuah klub saja. Banyak persoalan yang membelit persepakbolaan Kota Batam, bahkan Kepri secara keseluruhan.
Selain dari pembinaan sejak usia dini, manajemen, dana, juga menyangkut fasilitas pendukung, terutama lapangan yang layak.
Beberapa Sekolah Sepak Bola (SSB) Kota Batam hanya menggunakan lapangan seadanya, menumpang di lapangan milik perusahaan atau milik pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/whatsapp-image-2019-10-29-at-174005.jpg)