Keluarga Korban Lakalantas Bintan Relakan Kepergian Anaknya 'Ini Sudah Musibah'
Bentuk keihklasan sang ibunda bernama Suprianti ini pun disampaikannya dalam perjanjian damai kepada pihak perusahaan. Dimana pihak perusahaan bersam
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Ibu korban laka kerja di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (28/10) lalu tidak mempersoalkan atas musibah yang dialami anaknya Tri Sambudi (19).
Ia menyampaikan, bahwa apa yang telah dialami anak ketiganya dari lima berdaudara ini benar-benar musibah.
"Ini musibah jadi jangan dipersoalkan lagi. Kami susah ihklas. Anak saya juga tanpa sepengetahuan pekerja yang lain main bawak saja alat berat itu," ujarnya, Kamis (31/10/2019).
• Rudi Daftarkan Diri Untuk Maju Gubernur Kepri, Akan Ambil Formulir ke Partai Nasdem
• Vivo Umumkan Seri Terbaru, Vivo S5 dengan 4 Kamera Bersusun Belah Ketupat
• Petugas Satpol PP Masih Berjaga di Pasar Induk Jodoh Batam
Bentuk keihklasan sang ibunda bernama Suprianti ini pun disampaikannya dalam perjanjian damai kepada pihak perusahaan.
Dimana pihak perusahaan bersama keluarga korban membuat surat perdamaian di salah satu Notaris Tanjungpinang.
"Biar tidak ada lagi masalah dikemudian hari. Kami juga gak mau ini diperpanjang lagi. Kami lagi berduka," katanya.
Sementara itu, Direktur Perusahaan tempat anaknya bekerja Felix mengatakan, almarhum adalah pekerja yang rajin.
"Saya ini sama keluarga korban juga sudah saudara. Dia anaknya rajin. Masuk kerja jam 8. Jam 6 pagi. Saya bukan merasakan kehilangan pekerja yang baik, tapi seperti kehilangan anggota keluarga," katanya usai membuat perjanjian perdamaian.
• Berkas Dokter Cabul di Tanjungpinang Lengkap, Walaupun Berdamai Kasus Jalan Terus
• Begini Syarat Turun Kelas BPJS Kesehatan untuk Peserta Mandiri
Dijelaskannya, anak tersebut bekerja hanya bertuga untuk mengisi bahan bakar, dan mengganti oli kendaraan alat berat tersebut.
"Soalnya saya bagi tugasnya itu kepada almarhum. Saya pun bingung, kenapa bisa sampai bawak alat berat," ucapnya.
Bahkan saat mendapat kabar kejadian naas tersebut. Felix yang baru datang kelokasi pekerjaan memarahi para pekerja.
"Saya datang marah. Kok kalian biarkan anak itu bawak alat berat. Dia kan gak bisa. Ini hujan lagi. Kan saya bilang, kalau hujan berhenti bekerja," tegasnya.
Ternyata saat sebelum kejadian. Para pekerja pun tidak mengetahui satu pun korban menggunakan alat berat tersebut.
"Ternyata para pekerja pun gak tau. Taunya hanya pas dengan bunyi keras. Pas dilihat alat nerat sudah dalam posisi terbalik, korban pun berada dibawahnya," ujarnya kembali.
Dalam kejadian ini. Pihak perusahaan juga memberikan uang sagu hati kepada keluarga korban.(Tribunbatam.id/endrakaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/img-20191031-wa0026.jpg)