KARIMUN TERKINI

Cerita ABK Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam; Ombaknya Tinggi Sekali

Di tengah terjangan gelombang laut, Rusli (50), Albain (42) dan Samsul Bahri (41) bertahan dengan cara berpegangan di bagian depan kapal.

Cerita ABK Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam; Ombaknya Tinggi Sekali
istimewa
Satpol Air Polres Karimun menjemput tiga ABK Putra Pantai Solop 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sekitar tujuh jam tiga ABK KM Putra Pantai Solop GT 5 terapung-apung di perairan Malaysia.

Di tengah terjangan gelombang laut, Rusli (50), Albain (42) dan Samsul Bahri (41) bertahan dengan cara berpegangan di bagian depan kapal. Merekapun akhirnya selamat setelah sebuah kapal pesiar melintas.

KM Putra Pantai Solop sebelumnya berangkat pada Senin (28/10/2019) dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dengan tujuan Batu Pahat, Malaysia.

Kapal kayu yang dinahkodai oleh Rusli tersebut mengangkut muatan berupa delapan ton gula merah dan dua ton jahe. Pada Kamis (31/10/2019) KM Putra Pantai Solop sampai di Batu Pahat dengan selamat.

Pada Kamis sore Rusli dan kedua ABK kembali berlayar dari Malaysia menuju Tambilahan.

Namun sekira pukul 22.00 WIB, cuaca buruk melanda laut. Gelombang tinggi menghantam KM Putra Pantai Solop.

"Ombaknya tinggi sekali. Kapal naik sampai tinggi dan turunnya juga jauh sekali," cerita Rusli yang ditemui di Kantor Satpol Air Polres Karimun, Jumat sore.

Rusli dan kedua rekannya berusaha mengikat galon-galon kosong di pinggir kapal. Akan tetapi usaha mereka menjaga kapal tetap terapung tetap gagal dan tenggelam.

Disebutkan Rusli, Ia dan kedua rekannya berusaha bertahan di atas tenda kapal. Namun karena kapal terus tenggelam, mereka akhirnya bertahan dengan bergelantungan di bagian depan kapal.

"Saya rasa kuasa tuhan. Melihat (kondisi) angin sewajarnya (kapal) terbalik. Kami naik ke atas tenda, tendanya lepas. Kami lari ke depan. Kami bertiga berpegangan jangan sampai lepas. Ada yang lepas tarik lagi," kenangnya.

Setelah berjam-jam terapung dan diterpa gelombang, sebuah kapal pesiar yang melintas menyelematkan mereka.

"Itu subuh, sudah agak terang. Kapal pesiar itu berhenti dan alhamdulillah ombaknya terhalang. Lalu mereka turunkan sekoci," kata Rusli.

Sekira satu jam berikutnya, kapal instansi Maritim Malaysia tiba menjemput mereka. Setelah berkoordinasi dengan pihak Indonesia, Satpol Air Polres Karimun kemudian menjemput ketiganya ke perbatasan negara. (Tribunbatam.id/elhadif putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved