BINTAN TERKINI

Sebelum Tenggelam di Lagoi Bintan, Akmal Sempat Beli Es Krim Untuk Adiknya

Sebelum memancing dan tenggelam di Pantai Indah, Pulau Baracuda, Lagoi Bay, Akmal Budiantoro (18) sempat membelikan es krim untuk adik bungsu.

Sebelum Tenggelam di Lagoi Bintan, Akmal Sempat Beli Es Krim Untuk Adiknya
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Suasana saat Tim SAR Gabungan membawa korban ke rumah duka di Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Sebelum berangkat memancing dan tenggelam di Pantai Indah, Pulau Baracuda, Lagoi Bay, Akmal Budiantoro (18) sempat membelikan es krim untuk adiknya yang paling kecil.

Aidi paman korban menuturkan, sangat merasa terpukul akan peristiwa yang dialami ponakannya tersebut.

"Saya tidak bisa membayangkan bakal seperti ini terjadi, mengapa begitu singkat ponakan saya ini bersama saya. Padahal tadi baru saja kami bersama-sama memancing,"ucap Aidi mengingat momen kebersamaannya dengan ponakannya saat memancing dilokasi kejadian, Jumat(01/11/2019).

Aidi juga bercerita bahwa, sebelum Akmal (korban) berangkat, dirinya juga sempat membeli roti untuk makanan saat memancing dan membelikan es krim kepada adiknya yang paling kecil saat menangis.

"Iya, ponakan saya sempat membelikan es krim kepada adik yang paling kecil saat dirinya hendak berangkat," ucap Aidi, paman korban mengingat sebelum kejadian.

Aidi juga memberitahu, bahwa kejadian itu juga begitu singkat, sebab di saat mereka asyik memancing, air tiba-tiba datang dan menyeret ponakannya yang berada di bibir pantai hingga puluhan meter.

BREAKINGNEWS - Remaja di Bintan Tewas Terseret Arus di Lagoi

Saat itu juga mereka yang mendengar korban meminta tolong langsung bergegas menolong.

Husein yang tidak jauh dari Akmal sempat memberi ujung pancingnya untuk dipegang korban.

Namun korban tidak bisa menggapai dan dibawa arus hingga ke hilir.

"Arusnya cukup kencang saat itu membawa ponakan saya yang sempat meminta tolong dengan melambaikan tangannya,hingga akhirnya menghilang," ucap Aidi.

Aidi juga mengaku, bahwa ponakannya sempat berusaha berenang semampunya melawan arus, hingga sempat membuka bajunya untuk berusaha berenang.

"Tapi tidak bisa dilawannya dan saat itulah langsung kami kejar untuk menolong korban namun apa daya ponakan saya langsung hilang,"tuturnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa ponakannya itu posisinya di pinggir pantai.

Tetapi arus malah yang paling kencang di lokasi tempat dirinya memancing dan membawanya hingga terseret jauh.

"Saya juga tidak habis pikir, arus air malah posisinya di pinggir pantai di mana ponakan saya memancing," katanya. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved