BATAM TERKINI
DIGUSUR Pemerintah, PKL Pasar Induk Jodoh Batam Gratis Pakai Kios 6 Bulan
Pemerintah justru memberikan fasilitas pakai kios cuma-cuma alias gratis selama 6 bulan dan hanya dikenakan uang air dan listrik senilai Rp 1 juta.
DIGUSUR Pemerintah, PKL Pasar Induk Jodoh Batam Gratis Pakai Kios 6 Bulan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabid Pasar Kota Batam, Zulkarnain mengungkapkan, Pemko Batam tak pernah memungut uang masuk kios senilai Rp 10 juta bagi para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Induk Jodoh Batam yang ditertibkan tim gabungan.
Menurutnya, pemerintah justru memberikan fasilitas pakai kios cuma-cuma alias gratis selama 6 bulan dan hanya akan dikenakan uang air dan listrik senilai Rp 1 juta saja.
"Padahal kita sudah berkali-kali sosialisasi. Tak ada pungutan Rp 10 juta. Sudah kita sepakati sama pengelola pasar, karena PKL baru pindah, pelanggannya pasti masih mencari mereka, jadi pemerintah memberikan free selama 6 bulan agar mereka ringan," kata Zulkarnain.
Jika dalam 6 bulan PKL masih belum mendapat keuntungan, Pemko Batam masih memberikan kelonggaran lagi free sampai setahun.
• 2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam
Ia berharap PKL mengerti kebijakan pemerintah.
"Pemerintah kan ingin memberikan pasar itu supaya lebih baik dan demi manusiawi. Baik keselamatan pembeli dan penjual," katanya.
Sementara, Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengakui deposit Rp 1 juta itu sebenarnya merupakan sebagai jaminan air dan listrik.
Setelah itu, PKL bisa menempati kios secara gratis selama 6 bulan.
Sementara itu, pihaknya diberikan waktu selama 1 minggu untuk membersihkan Pasar Induk tesebut.
Baik lokasi luar ataupun di dalam Pasar Induk.
"Kebersihan yang ke 2 ini kami membersihkan lantai 2. Banyak kos-kosan di sana yang sangat memprihatinkan," katanya.
Dalam pembersihan tersebut, pihaknya menemukan sisa alat-alat yang diduga alat sabu di sebuah kos-kosan.
Namun, penghuninya langsung kabur saat petugas datang.
"Kami sudah memanggil kepolisian dan dibawa. Seluruh kamar-kamar dibongkar. Tinggal yang dibawah kami beri waktu untuk bongkar," katanya.
Imam berharap para PKL bisa menempati tempat yang telah disediakan oleh pemerintah. Sehingga bisa melanjutkan berdagang lagi.
"PKL yang masih berjualan di pinggir jalan, sorenya kita sudah kita ingatkan. Pagi ini kita masukkan ke lori. Tapi mereka minta dispensasi. Kami berikan lagi. Nanti kalau masih berjualan lagi kami angkut lagi tak ada ampun," paparnya.
Usai pembersihan dilanjutkan dengan pemagaran. Kemudian diserahkan kepada Disperindag Kota Batam.
Di tempat yang sama, Pengelola Pasar Swasta Rijal, mengakui masih banyak kios yang masih kosong.
Pihaknya juga akan menampung dan menyediakan tempat bagi PKL yang akan berjualan di pasar tersebut.
"Ada kawan-kawan yang belum mengisi lagi sampai sekarang. Padahal tempat ready. Kami tak pernah mengatakan tempat sudah habis," katanya.
Pihaknya sudah sediakan listrik dan air. Jadi PKL bisa masuk sesuai dengan prosedurnya.
Ia menambahkan Rp 1 juta untuk biaya listrik dan air. Sementara biaya kebersihan disesuaikan berdasarkan kesepakatan bersama.
"Sekuriti akan standbay 2 orang jaga malam dan 2 pagi," katanya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/02112019pasar-induk-jodoh-batam.jpg)