2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam

Amir menjemput narkoba dari kapal yang sandar di Dermaga kecil di belakang Pasar Induk Sei Jodoh, sekitar 200 meter, dari gedung utama pasar.

2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Suasana aksi unjuk rasa oleh para pedagang di pasar pagi yang menolak digusur, Senin (24/9/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -- Dua pengguna sekaligus pengedar narkotika, dilaporkan kabur saat penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri, sepanjang Rabu (30/10) hingga Kamis (31/10/2019).

“Di Pasar Jodoh itu, saat penggusuran, kita temukan dua pengedar sabu, saat kami gerebek mereka kabur.,” kata Kepala Seksi Penindakan dan Penertiban (Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam Imam Tohari, dalam jumpa pers di kawasan Nagoya,  Jumat (1/11/2019) siang.

Jumpa pers di sebuah warung kopi sekitar 300 meter dari Pasar Induk Sei Jodoh, itu, juga dihadiri Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain dan pejabat eselon dari Pemko Batam.

Imam Tohari menjelaskan, dua pengedar narkoba itu belum diidentifikasi.

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Seligi yang digelar Polda Kepri di sekitaran pasar Jodoh
Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Seligi yang digelar Polda Kepri di sekitaran pasar Jodoh (TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA)

“Kita sudah laporkan juga ke Polres (Mapolres Barelang),” kata Imam yang mengenakan seragam laiknya PDH Bhayangkara ini.

Dia mengkonfirmasikan selama ini, selama ini, gedung Pasar Induk Jodoh, sering jadi ajang transaksi narkotika.

Pembersihan dan penggusuran sekitar 130-an lapak bedagang buah di pasar yang dibangun tahun 2001 itu, adalah bagian dari rencana Pemkot dan BP Batam menghidupkan kembali pusat ekonomi kerakyatan itu.

24 Januari 2018 lalu, satuan narkotika Polres Barelang, menangkap lelaki Amir Ruddin Lubis, usai transaksi 20 kg narkotika jenis ganja di salah satu gedung pasar. 

Petugas Satpol PP Masih Berjaga di Pasar Induk Jodoh Batam

Pernah Jadi Proyek Gagal, Anggota DPRD Batam Ingatkan Ini Soal Revitalisasi Pasar Induk Jodoh

Dalam sidang di PN Kelas I Batam, Selasa (14/8/2018) terdakwa Amir Ruddin Lubis dituntut  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Manurung, kurungan penjara 20 tahun penjara  dan denda Rp 1 miliar.

Dalam keterangannya di persidangan, yang diketuai  majelis hakim Magapul Manalu, terdakwa Amir mengakui menjemput narkoba dari kapal yang sandar di Dermaga Kecil Pasar Induk Sei Jodoh, sekitar 200 meter, belakang gedung utama pasar.

Terdakwa menjemput barang haram itu melalui kapal yang bersadar sekitar pukul 10.00 wib, dengan sandi “ kayu” (ganja) dan 2 potong (kotak) di ekspedisi herlu di Jodoh merk MRT.

Pasar Induk Sei Jodoh, memang dalam 15 tahun terakhir, sering jadi lokasi transaksi narkoba.

Berdekatan dengan kawasan jasa, perdagangan dan pusat hiburan terbesar di Batam, Nagoya dan Baloi, menjadi target operasi aparat polisi.

Halaman
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved