Bareskrim Polri dan Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, 1 Pelaku Tewas

Bareskrim Polri dan Polda Kepri beserta jajaran membongkar jaringan internasional pengedar narkoba. Tujuh pelaku ditangkap, seorang diantaranya tewas

Bareskrim Polri dan Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, 1 Pelaku Tewas
tribunbatam.id/leo halawa
Ekspos jaringan pengedar narkoba internasional di Mapolda Kepri, Rabu (6/11/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Kepri beserta jajaran, kembali membongkar jaringan internasional pengedar narkoba.

Pekan lalu, tujuh pelaku peredaran narkotika ditangkap polisi. Diantaranya, Apeng, Akiong, Hengky, Heri, Yulizar, Eddy Johan dan satu perempuan bernama Suhaeni. Mereka ditangkap terpisah di Batam dan Tanjungpinang.

Namun kasus Suhaeni berbeda kasus. Penangkapan khusus Suhaeni dilakukan oleh Polres Tanjungpinang.

Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah menjelaskan, saat penangkapan, satu orang bernama Eddy Johan tertembak. Eddy Johan melawan petugas saat diamankan di Batam.

Nyawa Eddy Johan tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Pernah Dituduh Intel Polisi Dalam Kasus Narkoba, Nikita Mirzani Mengaku Kini Dijauhi Rekan Artis

Jadwal Kapal Batam ke Singapura dari Pelabuhan Internasional Sekupang

"Jadi petugas telah melakukan tugasnya terukur. Karena melawan dan membahayakan petugas kami, maka dilakukan cara terukur.
Hanya saja saat lari Eddy Johan, peluru meleset dan mengenai badannya dan meninggal dunia. Jasadnya masih ada di RS Bhayangkara," kata Yan Fitri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, Eddy Johan tertembak di bagian pinggul dan dada.

"Karena lari, jadi meleset," kata Erlangga.

Sementara itu, Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan, dari tangan kelima tersangka yakni Apeng, Akiong, Hengky, Heri, Yulizar, diamankan sejumlah barang bukti.

Berupa 12 kg sabu-sabu, 200 butir pil ekstasi dan 500 butir pil happy five. Dan sejumlah barang bukti lain seperti timbangan digital dan kemasan pres sabu-sabu.

Rangkul Pemuda Bintan Jauhi Narkoba, Ini yang Dilakukan Jajaran Polsek Tambelan

WNA Terlibat Kasus Narkoba Langsung Dicekal Seumur Hidup

"Jadi barang ini berasal dari Malaysia. Kami sudah lakukan pengintaian selama tiga bulan atas laporan masyarakat. Kelimanya termasuk Eddy Johan (tertembak mati,red) merupakan satu jaringan," kata Krisno.

Sementara untuk kasus Suhaeni, Kapolres Tanjungpinang AKBP M Iqbal mengatakan, pihaknya mengamankan 2 kg inek siap cetak, dan 20 gram sabu-sabu.

"Setelah kami lakukan pengembangan kasus, ternyata dia (Suhaeni, red) pacarnya Heri. Nah Heri ini tersangka dalam kasus lima tersisa. Apakah satu rangkaian kami masih kembangkan. Pengakuan mereka tidak sama dengan kasus ini. Tapi kami akan kembangkan dulu," kata M Iqbal.

(Tribun Batam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved