Ratusan PKL Pasar Induk Jodoh Kecewa Wali Kota Batam dan Wakil Tak Ada di Kantor

Ratusan PKL Pasar Induk Jodoh kecewa wali kota dan wakil wali kota Batam tak di tempat, saat mereka demo ke Kantor Wali Kota

Ratusan PKL Pasar Induk Jodoh Kecewa Wali Kota Batam dan Wakil Tak Ada di Kantor
tribunbatam.id/alamudin
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menemui PKL Pasar Induk Jodoh di DPRD Kota Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pasca Pasar Induk Jodoh digusur, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Batam, Kamis (7/11/2019). 

Para pedagang tersebut meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah atas nasib yang dialami mereka saat ini.

Barang dagangan berupa sayur dan buah yang sudah mereka pesan tidak dapat di jual lagi di lokasi tersebut. Karena sudah dipagari oleh pihak terkait.

Masa aksi dari pedagang Pasar Induk itu demo di depan Kantor Pemerintah Kota Batam dan meminta Wali Kota Batam Muhammad Rudi atau Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad untuk berjumpa dan berdialog dengan mereka. Sayangnya, harapan mereka pupus karena kedua pemimpin Kota Batam tersebut tidak berada di tempat

Para pedagang tersebut kecewa dengan menghilangnya kedua pemimpin mereka. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Aksi, Agung Widjaja pada Tribun Batam.

Ikut Demo PKL Pasar Induk Jodoh Batam, Emak-emak Panjat Gerbang Setinggi 3 Meter

VIDEO-PKL Pasar Induk Batam Datangi Gedung Dewan, Pedagang: Kami Digusur Demi Rp 200 Miliar




"Tadi waktu kami di Pemko, orang Pemko bilang pak walikota tidak ada di tempat, pak wakil walikota tidak ada di tempat juga dan kami rasa ini sebagai salah satu penghinaan terhadap para pedagang yang datang, ingin menyampaikan keluhannya kepada pemimpinnya tapi semua menghilang," ujar Agung kesal.

Agung mengatakan, padahal jauh hari para pedagang sudah memasukkan surat aksi dan pastinya hal itu sudah diketahui oleh walikota atau wakil walikota. Namun pada hari H walikota dan wakil walikota seperti menghindar bertemu pedagang.

"Sebelumnya kami sudah melayangkan surat untuk mendatangi mereka hari ini. Tapi mereka malah menghindar menemui pedagang dan menghindar dari pertanyaan-pertanyaan pedagang," ujar Agung.

Para pedagang sangat menyesalkan ketidak beranian walikota dan wakil walikota untuk bertemu pedagang.

"Ini sebagai tanda ketidak pedulian walikota dan wakil walikota kepada pedagang yang telah digusurnya," ujarnya

Halaman
12
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved