BATAM TERKINI

Polemik Penertiban Pasar Induk Batam, Ini Penjelasan Kadisperindag Gustian Riau

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, blak-blakan soal tudingan miring penertiban pasar induk Batam yang dialamatkan kepadanya dan Pemko Batam

Polemik Penertiban Pasar Induk Batam, Ini Penjelasan Kadisperindag Gustian Riau
istimewa
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kasdisperindag) Kota Batam Gustian Riau 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau, blak-blakan soal tudingan miring yang dialamatkan, baik terhadap dirinya maupun secara institusi Pemko Batam. Tudingan ini terkait penertiban pasar Induk Jodoh, Batam, Kepri, pekan lalu.

Gustian mengatakan, banyak tudingan miring mengatakan, dirinya menyengsarakan pedagang di pasar tersebut. Justru menurutnya, niat pemerintah melakukan penataan di sana, agar pasar yang semula terlihat kumuh menjadi modern dan bersih.

Ia mengatakan, jauh sebelum ia menjabat sebagai Kadisperindag awal tahun ini, Pemko sendiri sudah memberikan pemahaman kepada pegadang, soal penertiban pasar dan rencana kedepan di pasar itu.

Gustian mengatakan, dari pemerintah dan pedagang telah menemui kesepakatan.

"Kami malah sudah siapkan ratusan tempat penampungan sementara (TPS). TPS di lokasi ini ada 186 kios. Kami berikan gratis selama enam bulan.

Ratusan PKL Pasar Induk Jodoh Kecewa Wali Kota Batam dan Wakil Tak Ada di Kantor

Ikut Demo PKL Pasar Induk Jodoh Batam, Emak-emak Panjat Gerbang Setinggi 3 Meter

PKL Pasar Induk Jodoh Batam Demo, Pedagang: Anak Kami Butuh Nafkah





Dengan syarat, sebelum masuk harus ada uang jaminan Rp 1 juta. Ini jaga-jaga misalkan tiba-tiba pedagang tiba-tiba tak jualan. Ini untuk bayar air listrik. Jika nanti tak jualan lagi, kami kembalikan uang jaminan Rp 1 juta, 100 persen.

Jadi, tudingan miring ke kami tidak benar. Kami sudah upayakan dengan cara-cara yang manusiawi," kata Gustian Riau, Sabtu (9/11/2019) kepada Tribunbatam.id.
Pedagang menolak penertiban PKL Pasar Induk Jodoh
Pedagang menolak penertiban PKL Pasar Induk Jodoh (TRIBUNBATAM/LEO)

Selain kios 186 di pasar induk Jodoh, Pemko lanjutnya sudah menyediakan kios di tempat lain secara free atau gratis. Agar ada opsi bagi pedagang melanjutkan usaha dagangnya ke depan. Tiga opsi pasar itu selain TPS Jodoh adalah, Pasar Saya Seibeduk Piayu sebanyak 200 kios, kedua pasar Hang Tuah Nongsa 40 kios, dan ketiga pasar TPID Niaga Mas Batam Center sebanyak 50 kios.

"Dan ini gratis selamanya. Namun untuk uang kebersihan, air listrik tetap bayar sesuai pemakaian. Lalu pemerintah dibilang salah lagi," ujar mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam itu.

Dada & Leher Kena Tebas Parang, Pedagang Pasar Kaget di Batam Dikeroyok 6 Orang hingga Babak Belur

Atasi Banjir, Dinas Bina Marga Batam Gesa Pemasangan Box Culvert di Jalan Brigjen Katamso

Suasana PKL Pasar Induk Jodoh adakan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Kamis (7/11/2019).
Suasana PKL Pasar Induk Jodoh adakan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Kamis (7/11/2019). (TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI)

 

Gustian mengakui, revitalisasi pasar Induk Jodoh akan dibiayai oleh Kementerian Perdagangan RI. Dengan pagu anggaran Rp 200 miliar. Anggaran itu baru diberikan dan dibangun setelah ada penertiban. Sebelumnya, pasar induk Jodoh ditertibkan pekan lalu. Penertiban ini sontak mendapat penolakan dari pedagang.

Pedagang melakukan aksi protes saat penertiban berlangsung. Suasana saat itu, antara pedagang dan petugas gabungan nyaris baku hantam. Selain itu, baru-baru ini pedagang melakukan aksi demonstrasi di Pemko Batam dan DPRD Kota Batam. Mereka menuntut haknya. Tudingan miring sempat diarahkan ke Pemko Batam saat itu.

(tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved