Minggu, 26 April 2026

Surya Paloh Seakan Tanggapi Sindiran Jokowi: Rangkulan Silaturahmi Dimaknai Kecurigaan

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tampaknya menanggapi sindiran yang diberikan Presiden Jokowi kala berpidato dalam HUT ke-55 Partai Golkar.

|
TribunMataram Kolase/ ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc / Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan menjajaki kesamaan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 

Surya Paloh Seakan Tanggapi Sindiran Jokowi: Rangkulan Silaturahmi Dimaknai Kecurigaan

TRIBUNBATAM.id- Hubungan antara Ketua Umum Partai Nasdem dan Presiden Joko Widodo nampak renggang. 

Baru-baru ini Surya Paloh juga seakan tanggapi sindiran dari Jokowi.

Surya Paloh sebut pelukan silaturahmi justru dimaknai kecurigaan.

Ya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tampaknya menanggapi sindiran yang diberikan Presiden Jokowi kala berpidato dalam HUT  ke-55 Partai Golkar, Rabu (6/11/2019).

Melalui penuturannya, Surya Paloh mengatakan jika saat ini silaturahmi bahkan bisa dicurigai.

Bahkan, kata dia, rangkulan sesama teman pun dicurigai. 

Itu dikatakan Surya saat berpidato dalam Kongres Nasdem II yang digelar Jumat (8/11/2019) malam.

"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain. Hingga kita berkunjung ke kawan, mengundang kecurigaan," kata Surya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat.

Ia juga menyebut bahwa ada yang mencurigai saat sesama politisi saring merangkul. Kecurigaan itu, kata Surya, merupakan diskursus politik yang paling picisan karena dimaknai dengan berbagai tafsir dan kecurigaan.

"Hubungan, rangkulan tali silaturahmi itu dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Surya.

 

Surya lalu menyebut, sistem demokrasi yang dianut di Indonesia begitu liberal, tetapi penerapannya sangat ortodoks konservatif.

"Kita bilang kita mau maju, tapi kita melangkah ke belakang," katanya.

Surya seakan merespons Presiden Joko Widodo yang berkelakar soal pelukan hangat antara Surya dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowisaat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Awalnya, Jokowi menyapa satu per satu para tokoh yang hadir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved