Pertamina Sidak Gas Elpiji di Pangkalan Batam, Ada Pembeli Ketakutan, Kok Bisa?

Tim Pertamina Kepri sidak ke pangkalan gas di Batam. Banyak didapati pembeli membeli tabung gas 3 kg lebih dari dua tabung.

Pertamina Sidak Gas Elpiji di Pangkalan Batam, Ada Pembeli Ketakutan, Kok Bisa?
istimewa
Suasana tim Pertamina Kepri sidak, Jumat (8/11/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Gas 3 kg di Batam langka? Tim Pertamina Kepri merespon cepat kabar yang beredar di lapangan, warga susah mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William mengakui pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa hari lalu.
Sidak ini dilakukan di dua kecamatan yakni Sagulung dan Batuaji.

Mereka mengecek satu persatu dari sejumlah pangkalan elpiji 3 kg yang berada di kawasan Sagulung dan Batuaji.

William mengatakan dari hasil sidak tersebut, ternyata masih banyak didapati masyarakat yang membeli gas melon melebihi batas ketentuan perorangan, yakni maksimal 2 tabung.

Mereka yang membeli lebih dari dua tabung, mengaku gas itu dipergunakan untuk rumah tangga, bukan untuk dijual kembali secara eceran dan mengambil untung.

Emak-Emak di Batam Teriak Cari Gas Elpiji 3 Kg, Ika : Dimana-mana Tak Ada

Dua Kali Disatroni Maling, Ini Cerita Pemilik Pangkalan Gas di Aviari Batam

"Kami bertanya kepada seorang pembeli. Karena dia beli lebih dari 2 tabung. Dia malah jawab, saya beli empat tabung, karena di rumah saya sering masak. Sumpah saya bukan penjual elpiji eceran. Rumah saya juga tak jauh dari sini (Tembesi) kok. Gitu katanya," ujar William menceritakan saat timnya sidak kemarin, Senin (11/11/2019).

Begitu tahu kalau ternyata yang menanyainya tim dari Pertamina Kepri, si pembeli yang mengaku tinggal di ruli kawasan Tembesi tersebut langsung pergi meninggalkan tim dan hanya membeli satu tabung saja karena ketakutan.

"Kami harus waspada. Banyak pembeli yang membeli dua hingga lebih tabung melon dalam satu pangkalan. Ini yang susah kami deteksi. Mereka ngakunya pemilik usaha warung makan," katanya.

Ia melanjutkan hasil sidak, didapati bahwa masih banyak pangkalan di kawasan tidak selektif memilah mana sebenarnya warga pembeli yang memang benar-benar untuk kebutuhan rumah tangga dan mana yang dijual kembali (pengecer) dengan maksud mengambil keuntungan banyak.

"Mayoritas pangkalan saya dapati, banyak justru yang takut atau yang penting barangnya cepat habis, tanpa mempedulikan seharusnya gas melon dijual untuk mencukupi kebutuhan masyarakat rumah tangga yang tinggal di sekitar pangkalan," katanya.

Pernah Kehilangan 115 Tabung Gas, Pangkalan Gas di Aviari Batam Kembali Disatroni Maling

Warga Ngaku Sulit Dapat Gas 3 Kg, Diduga Ada Pangkalan Nakal di Sagulung Batam

Atas temuan itulah William akan mengevaluasi kembali dan mendata mana pangkalan tabung melon yang nakal untuk dijatuhi sanksi. Berupa pengurangan kuota atau pasokan tabung melon hingga pencabutan kontrak atau ijin pendirian pangkalannya.

Saat ini Pertamina sendiri perharinya memberikan kuota untuk didistribusikan ke seluruh pangkalan tabung melon di Batam sebanyak 36.760 tabung.

Sedangkan untuk di dua kecamatan yang katanya selalu terjadi kelangkaan tabung melon di pangkalan, yakni Sagulung dan Batuaji, dari 490 pangkalan yang ada perharinya dipasok 10 ribu tabung.

"Kalau satu pangkalan dipasok misalnya sebanyak 150 tabung habis tak sampai 24 jam, itu saya berani menegaskan, tabung melon yang untuk masyarakat rumah tangga, dijual atau diborong terlebih dahulu oleh pengecer yang sudah bekerjasama dengan pangkalan. Ini yang akan kami bersihkan," tegas William.

Sementara untuk kondisi normal, seharusnya sekali dipasok, minimal pangkalan itu paling cepat menghabiskan stok pengiriman itu selama 2 hari.

"Kalau masyarakat mendpati pangkalan yang kedapatan menjual dalam partai besar ke pengecer tabung melon atau gas elpiji 3 kg, laporkan langsung ke Pertamina melalui contact center di 135 yang pasti akan kami tindaklanjuti saat itu juga di lapangan.

HEBOH Misteri Koper Biru Tua Berisi Sosok Mayat Dibalut Plester Terbungkus Selimut di Bogor

Terbaru Harga Hape Oppo November 2019 - Mulai Oppo A1k hingga Oppo A5s

Laporan kecurangan itu seperti misalnya pangkalan menjual elpiji 3 kg tak boleh melebihi HET yakni Rp 18 ribu. Kedua, pembelian setiap kepala itu maksimal hanya diperbolehkan 2 tabung saja," terangnya.

Saat ini Pertamina sudah menjatuhkan sanksi ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kg yang kedapatan menjual di atas HET ke masyarakat. Serta kedapatan menjual tabungnya ke pengecer dalam jumlah besar, mencapai puluhan tabung sekali beli.

"Ada sekitar 5 pangkalan elpiji di Batuaji dan Sagulung yang sudah kami sanksi seperti pengurangan jumlah kuota pasokan ke pangkalan yang kami alihkan pasokannya ke pangkalan terdekat yang tepat sasaran.

Pendistribusiannya ke masyarakat, hingga yang baru ini kami cabut izin penjualan elpiji 3 kg produk Pertamina. Kami terapkan sanksi tegas dan tak main-main untuk mengurai akar masalah kelangkaan tabung melon di Batam," tegasnya. 

(Tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved