Jumat, 24 April 2026

2 Teroris Ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Warga Mengaku Sering Melihat Mereka Berenang

Densus 88 Mabes Polri menangkap dua orang Teroris di Kampar. Dari Informasi yang dihimpun, ternyata dua orang ini sering berenanga di sungai kampar.

Editor: Eko Setiawan
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
ILUSTRASI - Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri 

TRIBUNBATAM.id - Densus 88 Mabes Polri menangkap dua orang Teroris di Kampar. Dari Informasi yang dihimpun, ternyata dua orang ini sering berenanga di sungai kampar.

Dua dari enam terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri, sering dilihat warga sedang berenang di Sungai Kampar Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

"Sekitar tiga bulan yang lalu saya masih melihat dua orang itu berenang di sungai," kata seorang warga Kadindin kepada Kompas.com, Selasa (12/11/2019).

Dia pun sempat heran ada orang yang nekad berenang di sungai yang kedalamannya sekitar 20 meter dan lebar sekitar 200 meter.

Matahari Department Store Berikan Promo Jelang Natal dan Tahun Baru  

IBA Jembatani Kerjasama RSBP Batam dan Tim Healthy Asia Asal Taiwan

"Jarang sekali warga di sini menyeberang sungai dengan berenang. Tapi kalau yang dua ( terduga teroris) itu sudah sering," ujar Kadindin.

Selain berenang pada siang, sambung dia, kedua terduga pelaku juga sering berenang di malam hari.

Bahkan, Kadindin juga pernah melihat kedua terduga pelaku pacu sampan di Sungai Kampar.

"Dulu ada saya lihat mereka berdua pacu sampan. Mungkin pinjam sampan warga," sebutnya.

Menurutnya, aksi kedua terduga pelaku itu sedang melakukan latihan. Karena, kata dia, warga setempat sangat jarang melakukan kegiatan seperti itu.

"Mungkin mereka latihan. Kan aneh juga berenang malam hari, pacu sampan berdua. Warga sini tidak yang ada yang seperti itu," sebut Kadindin.

Dia mengaku tidak mengenal dua lelaki terduga teroris tersebut. Selain jarang keluar rumah, terduga pelaku juga kurang bergaul dengan warga sekitar.

Kedua terduga pelaku itu, kata Kadindin, merupakan teman dari terduga teroris berinisial WN, yang merupakan warga asli Desa Kuapan.

"Dulu WN yang bawa dua orang itu ke kampung ini. Kata warga sini itu orang dari Aceh dan Lombok," tuturnya.

Sebelum ditangkap, kata dia, kedua terduga teroris itu sempat tinggal di rumah kontrakan milik warga bernama Ipen, yang berada di dekat Sungai Kampar.

Namun, sejak sebulan terakhir, kedua terduga teroris jarang muncul di permukiman warga.

Meski begitu, warga setempat tak begitu ambil pusing dengan kehadiran dua orang baru tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved