HUMAN INTEREST
Pernah Berkarier Sebagai Kontraktor, M Saleh Menyesal Terjerumus ke Pekerjaan Haram
M Saleh, tersangka kasus narkoba dihadirkan saat ekspos di Mako Lanal Batam. Sebelum jadi kurir narkoba, Saleh bekerja sebagai kontraktor bangunan
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tidak tahu lagi apa kelanjutan hidupku. Aku hanya bisa berpasrah menerima hukuman. Apakah mati atau masih hidup.
Hal itulah yang terucap dari M Saleh (43) seorang kurir sabu saat dihadirkan dalam ekspos di Mako Lanal Batam, Selasa (12/11/2019).
M Saleh sebelumnya berhasil diringkus tim F1QR Lanal Batam di kelong ikan, Piayu, Sei Beduk beberapa waktu lalu.
Saat itu dia akan menjemput sabu dari salah satu speed Subuh hari.
Kepada Tribunbatam.id, Saleh mengatakan rasa penyesalan yang mendalam.
• BNNP Kepri Musnahkan Sabu 50 Kg Hasil Tangkapan di Mako Lanal Batam
• Empat Kali Gagalkan Penyelundupan Sabu di Hang Nadim Batam, Sujatno Terima Penghargaan
"Terima nasib lah, udah risiko dari kerjaan seperti ini," ucap Saleh dengan tangan di borgol.
Sembari duduk beralaskan lantai, Saleh bercerita bahwa sebelum menjadi kurir ia pernah bergelut dalam dunia kontraktor bangunan.
"Sejak tahun 1995 saya sudah di Batam, awalnya saya ikut kerja di bangunan hingga saya menjadi kontraktor di beberapa bangunan di Nagoya," ungkapnya.
Namun terakhir ini, lemahnya perekonomian Batam membuat proyek bangunan tidak ada lagi.
• Setelah Barter Barang Curian dengan Sabu, Para Pelaku Langsung Nyabu Bareng
• Congkel Jok Motor Korban di Tanjungpinang Lalu Dibarter Sabu
Akhirnya, dia menerima tawaran dari kawannya untuk mengantarkan barang.
Dari hal situlah, dia terjebak dalam pekerjaan menjadi kurir sabu.
"Sudah tertangkap begini, apa boleh buat lah.
Sangat kasihan dengan anak, dua anak saya masih kecil, hanya ibunya lah yang merawat saat ini," kata Saleh. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing)