Kepala BPOM Kepri Tak Larang Jualan Kosmetik Via Online, Tapi Ikuti Aturannya

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan tak melarang jualan kosmetik via online, tapi ikuti aturan yang berlaku. Diantaranya mengurus izin edar produk

Kepala BPOM Kepri Tak Larang Jualan Kosmetik Via Online, Tapi Ikuti Aturannya
istimewa
foto penggeledahan kosmetik ilegal oleh BPOM Kepri di ruko Mitra Raya beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Kepulauan Riau Kepri menggerebek tempat penjualan kosmetik ilegal di daerah Ruko Mitra Raya 2 Batam Center, Kota Batam, Kamis (7/11/2019) lalu. 

Sebelumnya, BPOM Kepri juga mengungkap kejadian yang sama di salah satu kawasan ruko di daerah Tiban, Kecamatan Sekupang.

Dari dua kejadian tersebut, Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan mengungkapkan bahwa modus penjualan kosmetik ilegal di dua tempat tersebut sama, yakni peredarannya via online.

"Modus penjualan kosmetik Ilegal yang kita dapatkan di daerah Ruko Mitra Raya sama dengan yang di daerah Tiban karena kita dapati beberapa barang yang sudah di-packing dan siap untuk dikirim," ujar Yosef pada Rabu (13/11/2019).

Lebih lanjut, Kepala BPOM Kepri ini menjelaskan bahwa di daerah Mitra Raya tersebut petugas menemukan kosmetik ilegal di tiga lantai ruko tersebut dan semua barangnya ilegal.

Putus Mata Rantai Kosmetik Ilegal, BPOM Kepri Ingatkan Masyarakat Selalu Cek KLIK

BPOM Kepri Kecewa, Residivis Kasus Kosmetik Ilegal Cuma Diancam 3 Bulan Penjara



"Petugas menemukan di tiga lantai yang dijadikan sebagai gudang dan kesemua lantai tersebut ditemukan kosmetik ilegal," ujar Yosef.

Yosef mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang penjualan kosmetik tetapi pihaknya menghimbau agar pelaku usaha dan jasa ekspedisi juga harus memahami izin edar dari BPOM.

"Kita tidak melarang penjualan kosmetik secara online tetapi penjualan online harus memahami dan mentaati aturan yang ada, harus punya izin edar karena mengurus izin edar itu mudah dan terjangkau," ujar Yosef.

Total barang yang diamankan di ruko Mitra Raya 2 sebanyak 384 item dengan item sejumlah 172.362 pcs, dan nilai ekonomi Rp 2.585.430.000.

(Tribunbatam.id/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved