Volume Kredit Jamkrindo Batam Tembus Rp 363 miliar Hingga Oktober 2019
Jamkrindo Batam melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerjanya, yakni dengan memperluas penjaminan melalui kerjasama dengan perbankan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Kantor Cabang Batam mencatatkan kenaikan volume kredit yang apik sepanjang 2019.
Pimpinan Cabang Jamkrindo Batam, Syamsir Syarif mengatakan, hingga Oktober 2019, total keseluruhan volume kredit untuk Jamkrindo Batam mengalami kenaikan mencapai 117 persen atau Rp 363 miliar.
Sebelumnya Jamkrindo Batam hanya menargetkan Rp 311 miliar untuk volume kredit di tahun 2019. Ternyata, realisasinya melampaui target.
Dalam meningkatkan kinerja di penjaminan, Jamkrindo Batam telah melakukan berbagai strategi.
Diantaranya dengan memperluas penjaminan melalui kerjasama dengan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya di Kota Batam.
“Kami Jamkrindo Batam juga di tahun 2019 ini meraih penghargaan peringkat kedua dalam hal pencapaian target secara nasional,” ujar Syamsir, Rabu (13/11/2019).
• Penyaluran Dana Bergulir di Kepri Masih Rendah, LPDB KUMKM Adakan Bimtek
• Baru Kredit Tiga Bulan, Yamaha R 15 Milik Rio Digondol Maling
Ia melanjutkan, dari total volume kredit mencapai Rp 363 miliar tersebut, jaminan pada sektor non-Kredit Usaha Rakyat (KUR) menyumbang bagian yang cukup besar, yaitu sebanyak Rp 215 miliar dari target awal Rp 87 miliar.
“Sedangkan untuk jaminan di sektor KUR sampai Oktober 2019 ini, baru menyumbang Rp 148 miliar. Padahal target awal kita di tahun ini sebesar Rp 223 miliar,” sebutnya.
Di tahun 2019, Syamsir mengakui untuk penjaminan kredit pada sektor KUR pertumbuhannya belum terlalu maksimal, sebab pelaku UKM di Kota Batam tidak banyak.
• BI Turunkan BI Rate Jadi 5,25 Persen, Jumlah Kredit di Kepri Meningkat
• DP Rumah dan Kendaraan Turun, Kapan Bunga Kredit Bank Turun?
“Karena di Batam ini sektor yang lebih tumbuh datang dari sektor komersil seperti kontruksi serta pembangunan,” sebutnya.
Meski begitu, Syamsir menilai untuk sektor KUR diprediksi akan terus tumbuh di tahun depan.
Sebab adanya kenaikan pemberian porsi KUR dari pemerintah serta terjadinya penurunan suku bunga KUR dari awalnya 7 persen menjadi 6 persen menjadi faktor penentu.
“Dengan adanya kedua peraturan tersebut tentu akan meningkatkan minat masyarakat di sektor KUR, namun dari sisi garansi di bagian penjaminan, resiko yang dihadapi makin tinggi,” sebutnya.
Atas kondisi tersebut, Syamsir mengatakan Jamkrindo Batam untuk kedepannya akan lebih selektif lagi dalam proses penjaminan.
(Tribunbatam.id/Nabella Hastin Pinakesti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pimpinan-cabang-jamkrindo-batam-syamsir-syarif.jpg)