PILWAKO BATAM
Inginkan Perubahan,5 Partai Politik Berkoalisi untuk Pilwako Batam
Lima partai politik di Batam sepakat berkoalisi untuk pilwako Batam. Mereka menginginkan adanya perubahan di Batam. Ini alasan masing-masing partai
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perhelatan pesta demokrasi akan dilaksanakan pada 2020 mendatang.
Tak ketinggalan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau juga akan ikut dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tersebut.
Banyak partai politik beberapa bulan belakangan sudah melakukan komunikasi politik.
Mulai dari membuka penjaringan atau mengikuti penjaringan yang dibuka oleh partai lain sebagai tanda komunikasi politik diantara parpol untuk menuju Pilwako Batam pada 2020 mendatang.
Beberapa calon juga sudah mulai menampakkan diri di bursa calon wali kota dan wakil wali kota Batam.
Ada juga beberapa calon yang masih malu-malu mendeklarasikan dirinya untuk maju.
Komunikasi antar beberapa partai beberapa akhir ini mulai intens, seperti partai PKB dan PDIP Batam beberapa waktu lalu sudah mendeklarasikan diri untuk maju di Pilwako 2020.
• Koalisi Penyeimbang Pilwako Batam Sudah Terbentuk, Ini Beberapa Partai yang Sudah Nyatakan Sikap
• Gerindra, PAN, Demokrat, Hanura, & PKS Koalisi di Pilkada Batam, Potensi Poros Ketiga
Ditambah lagi, lima partai politik di Batam sudah melakukan pertemuan untuk mendiskusikan koalisi yang akan dibangun menyongsong Pilwako Batam.
Kelima partai tersebut adalah PKS, Partai Hanura, PAN, Partai Gerindra dan Demokrat
Dari hasil pertemuan tersebut disepakati akan dilakukan pertemuan kembali untuk membicarakan kelanjutan koalisi.
Dimana kelima partai akan mengusulkan nota kesepahaman diantara partai dan membicarakan siapa yang akan diusung.
Jumlah kursi perwakilan di DPRD Kota Batam dari kelima partai tersebut ada 23 kursi. Angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota jika merujuk dari aturan yang ada.
Saat Tribunbatam.id mengkonfirmasi kepada Ketua PKS kota Batam Syaifudin Fauzi terkait alasan mendasar partainya ikut dalam pembicaraan lima partai politik tersebut, ia mengungkapkan, pertemuan awal kelima partai tersebut merupakan awal penjajakan.
Sehingga muncullah wacana pembentukan poros baru terlepas dari dua poros yang ada yaitu PDIP dan Nasdem.
"Dan PKS sebagai partai politik, ada ajakan seperti itu (koalisi) tentu saja tidak elok kalau ditolak, adapun koalisi dengan siapa nanti tugas kami di daerah hanya membangun komunikasi dan hasil komunikasi dilaporkan ke DPW PKS maupun DPP PKS," ujar Fauzi, Kamis (14/11/2019).
Sedangkan Ketua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadhan mengatakan, bahwa alasan mendasar membangun koalisi tersebut karena ada keinginan setiap partai untuk melakukan perubahan.
"Tujuan utama kita adalah perubahan, siapa yang ingin satu visi ingin perubahan, kita sama-sama duduk satu meja untuk membicarakan hal tersebut," ujar Safari.
Sedang Ketua DPC Hanura Kota Batam, Iwan Krisnawan mengatakan, alasan partainya ikut dalam pembicaraan tersebut sebagai bentuk komunikasi politik yang dibangun.
"Pertemuan kemarin merupakan komunikasi politik, dan adanya kesamaan keinginan yaitu untuk perubahan Batam kedepan," ujar Iwan.
Jika memang koalisi yang digagas oleh lima partai tersebut berhasil dan diaminkan DPP masing-masing partai, maka koalisi tersebut memiliki komposisi kursi yang cukup besar dengan perwakilan kursi sebesar 23 Kursi.
(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/foto-koalisi-partai-di-batam.jpg)