Menhan Prabowo Bentuk Pasukan Rahasia Tambah Kekuatan TNI, Libatkan Nadiem Makarim
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyiapkan pasukan rahasia untuk mengamankan Indonesia.Libatkan Nadiem Makarim
Pasukan itu berada di Komponen Cadangan yang dikatakan oleh Prabowo saat rapat.
Komponen ini didasari dari Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan negara (PSDN).
Komponen Cadangan ini tentunya akan dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan menambah kekuatan TNI sebagai Komponen Utama Pertahanan Nasional.
Ia pun mengaku jika untuk mempertahankan Indonesia, Prabowo Subianto tak bisa kerja sendirian.
Prabowo menyebutkan jika harus ada andil dari kementerian dan lembaga di luar Kementerian Pertahanan.
Disamping itu ia juga menuturkan untuk mempersiapkan pasukan khusus yang berada di bagan Komponen Cadangan.
Sistem pertahanan negara yang terdiri dari pertahanan militer dan non-militer, serta fisik dan non-fisik menjadi perhatian dari Menhan.
Dalam sistem pertahanan fisik, Prabowo mengatakan bahwa terdiri dari tiga unsur.
Yakni Komponen Utama yakni TNI, serta komponen Cadangan dan Komponen Pendukung diluar TNI.
Dalam mempersiapkan pasukan khusus yang berada di Komponen Cadangan, Prabowo mengatakan bahwa nanti Nadiem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan berperan penting.
"Ini tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan, sebagai contoh kita harus kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyusun Komponen Cadangan," ujar Prabowo saat memaparkan program Kementerian Pertahanan dalam rapat kerja dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019), dikutip dari Kompas.com.
Bukan dengan wajib militer, namun Prabowo menegaskan bahwa akan ada pelatihan bagi perwira-perwira cadangan tersebut.
Dalam merekrut dan melatih perwira cadangan tersebut, Prabowo tidak bisa lepas dari peran jenjang pendidikan di Indonesia.
Ia mengatakan untuk Komponen cadangan nanti akan banyak diambil dari Mahasiswa dan siswa Setingkat Sekolah Menengah Atas.
Bahkan tak memungkiri Prabowo juga mengatakan akan memulai itu semua sedini mungkin yakni jenjang Sekolah Menengah Pertama.
"Pendidikan, pelatihan perwira-perwira cadangan, kemudian juga latihan-latihan untuk komponen cadangan nanti akan banyak peran dari Kementerian Pendidikan di SMA bahkan sedini mungkin di SMP dan juga di perguruan tinggi," kata Prabowo, dilansir dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13112019_mendikbud-nadiem-makarim-dan-menhan-prabowo-subianto_kolase.jpg)