Pengamat Ini Pertanyakan Dahnil Anzar Jadi Jubir Menhan Prabowo Subianto, Ini Bahayanya
Pengamat Militer Connie Rahankundini Bakrie turut mengomentari penunjukkan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai juru bicara Menteri Pertahanan, Prabowo Su
Connie menilai Prabowo Subianto akan menganut sistem pertahanan defensive (bertahan).
Hal itu tidak sesuai visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak pernah berubah sejak 2014.
"Contoh harus defensive (bersifat bertahan) padahal kalau jelas presiden bahwa tidak ada visi menteri tapi visi presiden, setahu saya sejak 2014 presiden itu tak pernah merubah visi pertahanannya," ungkap Connie.
Selama ini, Jokowi lebih menekankan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mau tidak mau bersifat menyerang.
"Artinya ketika dia menyatakan negara ini negara poros maritim dunia, yang otomatis menjadi poros dirgantara dan permukaan dunia menurut saya mau tidak mau kita harus menjadi offensive (bersifat menyerang)."
"Apakah offensivenya pasif atau offensivenya aktif itu," ujar Connie.
Kemudian, Aiman Witjaksono sebagai pembawa acara bertanya apa yang menjadi visi Jokowi itu bukan defensive?
"Bukan defensive yang seperti dikatakan Pak Prabowo?," tanya Aiman.
"Tidak lagi bisa menjadi defensive," jawab Connie.
"La offensive seperti apa? Kan membayangkannya preventif seperti Amerika, sebelum serang serang duluan kan ga begitu Indonesia," tanya Aiman lagi.
Connie menjelaskan Indonesia menganut sistem offensive tetapi bukan seperti sistem offensive milik Amerika Serikat.
"Itu namanya offensive aktif, offensive pasif itu menunggu lawan di wilayah paling luar," jelas Connie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15112019_pengamat-militer-connie-rahankundini-bakrie.jpg)