Jumat, 15 Mei 2026

Curhat Ayah 3 Bersaudara Terduga Kasus Bom Polres Medan, Serahkan Dua Anaknya Agar Diadili Polisi

Tak hanya korban yang luka-luka, maupun masyarakat yang ada di lokasi kejadian, peristiwa Bom Medan ikut menghancurkan hati Rudi Suharto (52).

Tayang:
kompas.com
Rudi Suharto yang ketiga anaknya tersangkut kasus terorisme dan bom bunuh diri di Medan 

Curhat Ayah 3 Bersaudara Terduga Kasus Bom Polres Medan, Serahkan Dua Anaknya Agar Diadili Polisi

TRIBUNBATAM.id- Kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan meninggalkan luka kepada korban.

Tak hanya korban yang luka-luka, maupun masyarakat yang ada di lokasi kejadian, peristiwa inipun menghancurkan hati Rudi Suharto (52).

Bagaimana tidak, ayah dari lima orang anak ini begitu terkejut saat mengetahui tindakan anak-anaknya.

Tiga dari lima anak yang ia besarkan dengan susah payah terlibat pada sebuah tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Pada Kamis (14/11/2019) dua anaknya digelandang ke polisi terkait dugaan kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019).

Raut sedih tak dapat ia tutupi dari wajahnya.

Terlebih salah satu anaknya yang lain melarikan diri karena dugaan kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan juga.

Dilansir dari Kompas.com pria yang biasa dipanggil Ucok itu mengungkapkan kesedihan yang menderanya.

Sebelum Pergi Ledakkan Diri, Bomber di Medan Sempat Ditanya Tetangga Mau Kemana

Istri Rencanakan Ngebom di Bali, Sering Bekomunikasi dengan Napi Teroris

Dia mengaku bahwa dirinyalah yang dengan rela membawa dua anaknya, yakni Aris (28), fadli (23), untuk datang ke Kepala Lingkungan (Kepling) Jehadun Bahar (52) pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Hal tersebut ia lakukan, sebab sebelumnya pihak Kepling telah mencari informasi mengenai anak-anaknya padanya.

"Saya ajak ke rumah Kepling karena kepling yang cari informasi. Cemana lah kok sampai kek gini kalian," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Tak beberapa lama sekitar 20 menit kemudian, polisi datang dan kemudian membawa keduanya.

Ramalan Zodiak Kesehatan Sabtu 16 November 2019, Sagitarius Harus Minum Vitamin, Aquarius Badmood

Ramalan Zodiak Asmara Sabtu 16 November 2019, Virgo Sembunyi, Aries Sensitif, Cancer Curiga

Dengan segala kesadarannya ia berusaha menahan keduanya anaknya yakni Aris dan fadli untuk tak kabur.

"Memang tak saya kasih lari mereka.

Harus kalian tanggung jawab karena walaupun lari kalian pasti akan dicari lagi," ujarnya menjelaskan.

Keduanya anaknya pun hanya bisa diam saja melihat tindakan ayahnya itu.

Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Terekam CCTV, Pakai Jaket Ojol dan Bawa Ransel.
Tribunnews.com
Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Terekam CCTV, Pakai Jaket Ojol dan Bawa Ransel.

Krisdayanti Buat Buku Kisah Cinta dengan Raul Lemos, Adik Yuni Shara Sebut Tertambat pada Pria Timor

"Waktu saya bilang gitu (Aris dan Fadli) diam saja," katanya.

Saat ditanya mengenai alasan dirinya mau membawa kedua anaknya ke rumah Kepling terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rudi menyatakan jika dia awalnya memang telah curiga.

Anak keduanya melarikan diri

Semuanya berawal sekitar pukul 15.00 WIB, kala itu ia sedang menonton siaran televisi.

Siaran itu menyiarkan mengenai peristiwa pemboman di Mapolrestabes Medan.

Rudi mengaku jika ia familiar dengan wajah pelaku yang ditayangkan pada siaran itu.

Kendatipun kemampuan penglihatannya kurang baik, bahkan layar televisinya bergoyang-goyang ia masih bisa mengenali wajah pelaku.

Rupanya pelaku pemboman sempat datang ke rumahnya beberapa kali.

Only IDR 66,000 Could Eat Steak, French Fries, Vegetable Salad in Eatboss, Want It?

Sering ke sini dia, sekitar tiga bulanan terakhir lah. Dia datangnya siang.

Dia dibawa kemungkinan karena satu pengajian lah," jelasnya.

Kala itu Andri (25) yang melarikan diri sempat pulang ke rumah.

Rudi menduga kepulangan anaknya itu untuk mengambil nasi lalu ke kolam.

Malam harinya, saat Rudi berada di belakang rumah, dia melihat Andi mengambil baju lalu pergi lagi.

Sejak itu anak keduanya itu tak pernah pulang ke rumah lagi.

Ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut.
Kompas TV
Ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut.

Daftar Harga Hape Terbaru Oppo, Vivo, Xiaomi, Samsung dan iPhone Bulan November 2019

"Rencananya mau saya bilangin. Tapi tak lama dia pigi keluar. Habis itu tak pulang-pulang.

Kalau si abang masih di kolam. Kawannya pun datang kemungkinan mau ngajak lari karena dia lari juga," ujarnya.

Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, kok kayak gini...

Ia mengaku sedih akan apa yang telah dialaminya ini.

Penangkapan kedua anaknya dan kaburnya satu anaknya merupakan pukulan yang keras baginya.

"Kalau sedih ya sedih lah. Kalau salah ya dihukum, kalau tak salah ya jangan dihukum lah.

Saya bilang, kok gini kalian. Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, masak kayak gini, kami gak tau katanya," ungkapnya.

Rudi sendiri memiliki lima anak, satu anaknya yang paling besar perempuan.

Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23) masih memiliki satu adik lagi yang masih kecil.

Terkait gubuk yang menjadi lokasi anak-anaknya berkumpul ia hanya menjelaskan jika hanya ada alat-alat kerja, seperti parang dan cangkul.

Setiap harinya, tiga hingga empat kali ia harus berjaga di gubuk itu.

DERETAN Anak Artis yang Pilih Jadi Polisi dan Tentara Dibanding Ikut Jejak Orangtua

Gubuk itu sendiri adalah tempatnya menjaga tambak yang membudidayakan kepiting dan ikan.

Di gubuk itulah ketiga anaknya sering berkumpul.

Saat ditanya apakah gubuk itu menjadi lokasi perakitan bom, Rudi tak tahu menahu.

"Nggak tahu lah.

Nanti kalau ada kan hasil dari polisi itu lah," pungkasnya.

(*)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved