Senin, 18 Mei 2026

Jadi Korban Bom Medan,Komisaris Abdul Muntalip Sudah Bisa Senyum:Saya Tidak Takut

Komisaris Polisi Abdul Muntalip, korban bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) lalu kini sudah bisa tersenyum.

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRI
Komisaris Polisi Abdul Muntalip menunjukkan tangannya yang terkena serpihan bom bunuh diri di Polrestabes Medan saat dirawat di RS Bayangkara Medan, Jumat, (15/11/2019). 

TRIBUNBATAM.id -  Komisaris Polisi Abdul Muntalip termasuk satu diantara korban bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) lalu.

Kini kondisinya sudah lebih mendingan. 
Wajah Komisaris Polisi Abdul Muntalip pun terlihat semringah.

Padahal, dua hari yang lalu, ia sangat dekat dengan maut.

Dia hanya berjarak sepelemparan batu, saat RMN (24) pelaku, meledakan bom bunuh diri.

RMN tewas. Abdul selamat. Abdul bahkan sudah bisa tersenyum. Senyuman yang bisa jadi mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gentar menghadapi teror.

“Saya tidak takut atau trauma. Lagipula, saya sudah terbiasa mendengar ledakan,” kata Abdul, yang kini menjabat Kepala Seksi Divisi Profesi dan Pengamanan Polrestabes Medan, Jumat, (15/11/2019) sebagaimana dikutip dari Tribun-MEDAN.com.

Sore itu, dia baru saja menerima kunjungan Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayor Jenderal Mohammad Sabrar Fadhilah di RS Bhayangkara, Medan.

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah berkunjung ke Rumah Sakit Bhayangkara menjenguk korban ledakang bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah berkunjung ke Rumah Sakit Bhayangkara menjenguk korban ledakang bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Meski jiwanya tak terluka, serpihan bom merobek tangan kirinya. Otot tendonnya putus.

Namun, seperti bukan perkara besar bagi Abdul. Ia bahkan dengan tenang menunjukkan foto ototnya yang robek dari telepon selulernya.

“Sudah dioperasi kemarin, sudah baikan ini,” katanya dengan wajah gembira.

Abdul dengan lancar menceritakan pagi kelam, Rabu (13/11) itu.

Sembari menunggu apel pagi, dia berbincang bersama Kepala Sub Bagian Operasi Polrestabes Medan Komisaris Polisi Sarponi dan staf Propam Polrestabes Medan Ajun Inspektur Polisi Dua Deni Hamdani.

Mereka berdiri di depan kantin, dekat ruang pelayanan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Berdekatan dengan tes masuk pegawai negeri sipil, hari itu, banyak warga sipil mengurus SKCK.

Hingga jelang pukul 09.00, RMN datang dan mendekati Abdul dan rekan-rekannya. Saat itu RMN terlihat bingung, dan salah seorang polisi itu bertanya,

“Ada apa Pak ?”

Mulut RMN tak menjawab. Pertanyaan itu justru dijawab dengan ledakan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved