Umroh

Tata Cara Umroh Lengkap, Siapkan Perlengkapan bagi Wanita agar Ibadah Berjalan Lancar

Umroh juga bisa dilaksanakan kapanpun, kecuali hari Arafah tanggal 10 Dzulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijah.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Puan Maharani Saat Berada di Tanah Suci Dalam Melaksanakan Ibadah Umroh 

Daripada membawa sandal, sepatu akan lebih simpel untuk dibawa.

Kamu juga bisa dengan mudah menutup aurat bagian kaki dengan mengenakan kaus kaki dan sepatu dibanding sandal.

7. Kosmetik

Bagi kamu yang suka bersolek, kosmetik yang ringan bisa kamu bawa saat ibadah umrah.

Adapun kosmetik yang bisa kamu bawa, yaitu sunblock untuk mengurangi sengatan sinar matahari ke kulit, body lotion, hingga bedak.

Kamu juga bisa menggunakan body lotion setiap saat untuk menghindari kulit kering karena paparan sinar matahari.

8. Asesoris

Kacamata dan payung merupakan asesoris yang bisa kamu bawa saat menjalani ibadah umrah.

Bawalah kacamata hitam supaya kamu bisa dengan tenang melakukan aktivitas saat siang hari.

Payung bisa kamu kenakan pagi hingga siang jika ingin menghindari dari sengatan matahari.

9. Perlengkapan Mandi

Tak hanya traveling saja, ketika menjalani ibadah umrah kamu harus membawa perlengkapan mandi.

Meskipun di hotel Mekkah atau Madinah biasanya menyediakan perlengkapan mandi, namun ada baiknya untuk berjaga-jaga kamu membawanya dari rumah.

Perlengkapan mandi yang bisa kamu bawa adalah sabun, shampo, conditioner untuk menjaga rambut, pasta dan sikat gigi, hingga sabun cuci muka.

10. Obat Pribadi

Bagi kamu yang memiliki penyakit pribadi seperti maag atau diare, kamu perlu membawa obat pribadi sebelum tiba di Mekkah.

Sebaiknya kamu membawa obat maag, minyak kayu putih, vitamin atau suplemen, hingga obat pusing ke dalam kotak obat.

Rukun dan tata cara Ibadah Umroh:

Dilansir dari akun Youtube Yufid TV, berikut ini tata cara umroh dan bacaannya yang benar.

1) Mandi junub, pakai parfum, & pakaian ihram.

2) Pakaian ihram laki-laki (2 lembar kain ihram). Wanita (pakaian syar’i, tidak dibenarkan pakai cadar, & tidak boleh pakai sarung tangan).

3) Berihram dari miqat, ucapkan: “Labbaika ‘umroh”.

4) Khawatir tdk dapat menyelesaikan umroh karena sakit atau hal lain, boleh dg baca: “Allahumma mahilli haitsu habastani”.

5) Bertepatan dg waktu shalat wajib, shalat lalu berihram.

6) Perbanyak talbiah sambil keraskan suara (laki-laki) & lirih (perempuan) sampai di Makkah, baca: “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

7) Anjuran mandi sebelum masuk Makkah.

8) Masuk Masjidil Haram, dahulukan kaki kanan sambil baca doa masuk masjid: “Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik”.

9) Ke Hajar Aswad, menghadap sambil baca “Allahu akbar” / “Bismillah Allahu akbar”, usap dg tangan kanan & menciumnya. Tidak memungkinkan mencium, cukup usap, cium tangan pengusap hajar Aswad. Tidak memungkinkan mengusap, cukup beri isyarat tangan, tdk perlu mencium tangan pemberi isyarat. Lakukan setiap putaran thawaf.

10) Thawaf 7 putaran, dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad. Berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama & berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

11) Usap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Tidak perlu cium Rukun Yamani. Tidak memungkinkan mengusapnya, tdk perlu memberi isyarat tangan.

12) Di antara Rukun Yamani & Hajar Aswad, baca: “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”.

13) Tidak ada dzikir tertentu saat thawaf, kecuali No. 12. Boleh baca al-Qur’an, do’a, atau dzikir disukai.

14) Tutup kedua pundaknya, ke makam Ibrahim sambil baca: “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla”.

15) Shalat sunnah thawaf 2 raka’at di belakang Maqam Ibrahim, rakaat pertama setelah baca surat al-Fatihah, baca surat al-Kafirun & pada raka’at kedua setelah baca al-Fatihah, baca surat al-Ikhlas.

16) Minum air zam-zam & menyirami kepala dengannya.

17) Ke Hajar Aswad, takbir, mengusap & menciumnya jika tdk memungkinkan atau mengusapnya atau beri isyarat kepadanya.

18) Ke Bukit Shafa, laksanakan sa’i umrah, & jika mendekati Shafa, baca: “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”. Lalu ucapkan, “Nabda’u bimaa badaa-allahu bih”.

19) Naik Bukit Shafa, menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya -jika hal itu memungkinkan-, baca: “Allahu Akbar (3x), Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulk walahul hamd, yuhyi wayumit wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir, laa ilaaha illallahu wahdah anjaza wa’dah wanashoro abdah wahazamul ahzaaba wahdah”.

20) Ulang 3 kali & doa di antara pengulangan itu.

21) Turun dari Shafa & berjalan ke Marwah.

22) Berlari-lari kecil cepat & sungguh² di antara 2 tanda lampu hijau di tempat sa’i bagi laki-laki, berjalan biasa & naik ke Marwah.

23) Di Marwah, kerjakan seperti di Shafa (menghadap kiblat, takbir, baca dzikir pada No. 19 & berdo’a, perjalanan Shafa ke Marwah, dihitung 1 putaran).

24) Turun ke Shafa, berjalan & berlari, naik ke Shafa & lakukan seperti semula.

25) Lakukan sampai 7 kali dg berakhir di Marwah.

26) Saat sa’i, tdk ada dzikir² tertentu, boleh dzikir, berdo’a, atau membaca bacaan² yg dikehendaki.

27) Jika baca do’a, “Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom”, tdk mengapa.

28) Tahallul, gundul lebih afdhal. Bagi wanita, cukup potong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

29) Umroh selesai dan boleh mengerjakan hal yg dilarang saat ihram.

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Perlengkapan Umroh Wanita yang Harus Dibawa Saat ke Tanah Suci, Tata Cara Umroh Lengkap, https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/11/20/perlengkapan-umroh-wanita-yang-harus-dibawa-saat-ke-tanah-suci-tata-cara-umroh-lengkap?page=all.


Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved