Senin, 27 April 2026

Ahok Dinilai Rizal Ramli sangat Payah, Juru Bicara Gus Dur : Tanya ke Para Taipan

Polemik yang terjadi pasca penunjukkan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok memimpin Pertamina ditanggapi Rizal Ramli.

instagram @niluhdjelantik
Ahok Pakai Seragam Pertamina 

#Ahok Dinilai Rizal Ramli sangat Payah, Juru Bicara Gus Dur : Tanya ke Para Taipan

TRIBUNBATAM.id - Polemik yang terjadi pasca penunjukkan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok memimpin Pertamina ditanggapi Rizal Ramli.

Ekonom sekaligus mantan menteri era Presiden KH Abdurrahman Wahid dan Joko Widodo itu menyebut kinerja Ahok payah.

Hal tersebut disampaikan Rizal ramli lewat status twitternya @ramlirizal; pada Selasa (19/11/2019).

Begitu juga dengan kinerja Ahok dalam mengelola perusahaan.

Menurutnya, pencapaian yang ditorehkan Ahok hanya sebatas drama dan rekayasa media semata.

Rizal Ramli pun membuat masyarakat yang mendukung Ahok atau Ahokers terlena.

Mereka tidak memperhatikan permasalahan utama, tetapi justru menyerang pihak yang menyampaikan kebenaran.

"Ya ahoker2 serbu RR dgn kata2 kotor, kasar, insuinasi rasis, pecatan, ngiri dll," ungkap Rizal Ramli.

"Tapi tidak ada yg membantah: Ahok poor governance, track record korporasi payah, drama media doang. Ahokers terbiasa ‘kill the messanger” but ignore the real issue. Memang payah," tambahnya.

Menegaskan pernyataannya, Rizal Ramli mengunggah pernyataan yang disampaikan oleh salah seorang tokoh tionghoa, Zeng Wei Jian.

Dalam pesan tersebut, Zeng Wei Jiang menyebutkan apabila

"Salah menempatkan Ahok dalam ruang birokrasi sudah diketahui publik : Ribut mulu !! menurut saya, itu yang dikhawatirkan Bang Rizal Ramli, dan saya kira dia benar," ungkap Zeng Wei Jiang.

Tidak hanya Zeng Wei Jian, pernyataan serupa juga disampaikan oleh Adhie M Massardi lewat akun twitternya @Adhiemassardi, pada Rabu (20/11/2019).

Juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur itu menyebut para pendukung Ahok tidak perlu khawatir.

Sebab Rizal Ramli menurutnya tidak pernah memiliki masalah personal kepada Ahok.

Kritik yang disampaikan Rizal Ramli kepada Ahok justru dilakukan untuk menyelamatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"AHOKers gak usah panik. Bang RR tdk pernah sentimen personal. Terkait Ahok, (1) konteksnya selamatkan BUMN dr kerusakan tak ada yg bisa usut korupsi dia, komisioner KPK malah bangga bisa foto bareng Ahok, (2) selamatkan rising star politik Erick Tohir dari masuk kubangan politik," jelas Adhie.

"Padahal Bang RR dalam sejarahnya tak pernah serang orang secara personal kecuali langkah & kebijakannya sbg pejabat publik, dng fakta2 akurat, ktedibel fan terukur. Karena prinsipnya, kalau kita tidak bisa memperbaiki, ya mencegah agar kerusakan tidak jadi lebih parah," tegasnya.

Tidak ingin memicu prasangka, Edhie menyebutkan agar Menteri BUMN, Erick Thohir dapat bertanya kepada para taipan mengapa tidak merekrut Ahok menjadi CEO mereka.

"Kalau mau jawaban fair, kita (wabil khusus MenBUMN Erick Tohir) tanya ke Agung Podomoro or Agung Sedayu or Sinar Mas Group, Artha Graha & para taipan top lainnya: 'Kenapa gak mau rekrut Pak Ahok jadi CEO di perusahaan mereka?'," jelasnya.

Fahri Hamzah Dukung Ahok

Sikap Fahri Hamzah yang semula sangat menentang dan bersikukuh menjatuhkan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama kini berubah.

Fahri Hamzah justru dukung Ahok pimpin Pertamina saat ini.

Dukungan tersebut diungkapkan fahri Hamzah lewat program Aiman tayangan Kompas TV yang diposting ulang akun @R4jaPurwa; pada Selasa (19/11/2019).

Dalam tayangan tersebut, dukungan yang diberikan Fahri Hamzah merujuk pada Perundang-undangan yang berlaku, yakni Pasal 27 Undang-undang Dasar (UUD).

Dalam ketentuan tersebut dijelaskan setiap Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki hak dan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

"Pasal 27 Undang-undang Dasar jelas mengatakan segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tanpa ada kecualinya," papar Fahri Hamzah.

Sehingga menurutnya polemik yang dialami Ahok harus diluruskan oleh pemerintah.

"Apa yang terjadi dengan saudara Basuki haruslah boleh terjadi pada seluruh orang di seluruh Indonesia ini, di setiap jengkal tanah Indonesia ini. Itu harus dijelaskan," imbuh Fahri Hamzah.

"Menjunjung tinggi hukum," tegasnya.

Sementara, terkait catatan buruk yang dilakukan oleh Ahok, Fahri menekankan pemerintah memiliki tugas untuk menjelaskan kepada masyarakat.

"Saya ingin pemerintah menjelaskan itu!," imbuhnya.

Sikap Ahok

Selain sejurus dengan Perundang-undangan, dukungannya terhadap Ahok memimpin Pertamina karena sikap Ahok.

Ahok yang terkenal merupakan sosok yang kerasa dan tegas menurutnya sangat dibutuhkan dalam pengembangan Pertamina.

"Kalau soal talenta saya termasuk yang menganggap BUMN itu memerlukan saudara Ahok, karena ada beberapa institusi di BUMN itu memerlukan orang keras, memerlukan orang tegas," jelas Fahri Hamzah.

Sehingga apabila demikian, pemilihan Ahok untuk memimpin Pertamina menurutnya, tidak menemui masalah.

Hal tersebut menilik segi hukum dan kemampuan Ahok yang tidak bersinggungan dengan persyaratan pengangkatan pejabat di BUMN.

Oleh karena itu, Fahri Hamzah meminta agar pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk membela Ahok.

"Kalau itu dia (Jokowi) bikin clear, bela lah saudara Basuki dengan terbuka," imbuhnya.

Pembelaan katanya juga akan diberikannya apabila proses pengangkatan Ahok memimpin Pertamina dilakukan dengan benar.

"Saya akan bela kalau itu tidak ada kesalahan," imbuh Fahri Hamzah.

"Harus fair (adil) dong semua orang di republik ini, ya harus mendapatkan hak-haknya. Nggak boleh ada orang yang selama-lamanya kemudian kita siksa seperti dulu kita menyikas Partai
Komunis selama-lamanya nggak boleh ngapa-ngapain. Nggak boleh itu," tambahnya.

Dirinya kembali menegaskan dukungannya kepada Ahok memimpin Pertamina.

Sebab apabila penunjukkan Ahok memimpin Pertamina tidak melanggar ketentuan Perundang-undangan, Ahok menurutnya memiliki hak yang sama sebagai WNI.

"Kalau semuanya clear (tuntas), kalau Undang-undang membolehkan dia, kenapa tidak?," jelas Fahri Hamzah.

"Kenapa kita mesti menghalang-halangi orang yang punya hak secara Undang-undang untuk melakukannya," tambahnya.

Bukan Menyerah

Dukungan yang diberikan kepada Ahok disampaikannya bukan merupakan sikap merendah apalagi menyerah.

Pembelaan agar Ahok dapat memimpin Pertamina dijelaskannya lebih kepada sikapnya sebagai politisi.

Sehingga sikapnya dukung Ahok memimpin Pertamina menurutnya bukanlah aksi menyerah.

"Bukan menyerah, resiko politiknya akan diterima oleh presiden, resiko politiknya akan diterima oleh menteri BUMN, tidak populer, dikritik orang, itu memang resiko hari-hari politisi," tegas Fahri Hamzah.

Sedangkan terkait kritik yang terus disampaikan berbagai pihak atas penunjukan Ahok memimpin Pertamina, Fahri Hamzah meluruskan.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam hal pengawasan pemerintah.

Apalagi lanjutnya, pemerintahan Jokowi kini telah memasuki periode kedua yang menurutnya harus dituntaskan dengan baik.

"Ya kan sosial media tidak bisa dibikin diem, media massa kan nggak bisa disuruh diem, pengamat kan nggak bisa dibikin diem, tapi keteguhan sikap presiden untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi itu yang kita perluka," jelas Fahri Hamzah.

"Dan presiden ini sudah di periode kedua, jangan banyak takut, kalau dia berani, bela secara berani! ," tegasnya.

Sehingga apabila ada anggapan jika penunjukan Ahok memimpin Pertamina merupakan keinginan Jokowi menurutnya sangat bagus.

"Kalau itu yang dia lakukan secara terbuka itu bagus menurut saya, atau presiden mengatakan, 'saya tidak ikut-ikut mengatur', katakan menjadi direktur BUMN," ujarnya diakhir tayangan. (dwi)

#Ahok Dinilai Rizal Ramli sangat Payah, Juru Bicara Gus Dur : Tanya ke Para Taipan

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Catatan Kinerja Ahok Dinilai Rizal Ramli Payah, Juru Bicara Gus Dur : Tanya ke Para Taipan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved