DPRD Batam Minta Pemerintah Harus Peduli Dengan Kesejahterahan Guru
Menurutnya, tugas utama guru di Batam bukan lagi memberikan materi pengajar, namun hanya sebatas target yang diberikan. Banyak lingkup pendidikan yan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jelang hari guru nasional, pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim menjadi topik tranding di berbagai media. Baik media masa maupun media sosial.
Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho turut berkomentar terhadap pidato tersebut.
Apalagi kondisinya sudah lama terjadi dan nyata dengan kondisi kesejahteraan guru di Batam saat ini.
• Menjelang Peringatan Hari Guru 25 November, DPRD Batam Umumkan Kenaikan Gaji Guru Honorer di Batam
Menurutnya, tugas utama guru di Batam bukan lagi memberikan materi pengajar, namun hanya sebatas target yang diberikan.
Banyak lingkup pendidikan yang perlu pembenahan.
"Malah sekarang lebih banyak guru honorer yang berintegritas. Walaupun keberuntungan belum memihak kepada mereka," kata Udin.
Ia juga mengakui kesejahteraan guru di Batam masih jauh tertinggal.
Bahkan terkesan terabaikan oleh Pemerintah setempat.
"Pemerintah juga harus benar-benar memperhatikan kesejahteraan para guru, juga memberi kesempatan bagi guru yang berprestasi utk menimba ilmu," ujar Udin kepada Tribun, Minggu (24/11/2019).
Ia menyebutkan jumlah guru di Batam saat ini mencapai 4119 orang tingkat SD dan SMP.
Guru untuk tingkat SD, PNS sebanyak 1155 orang dan Non PNS sebanyak 1457.
Sementara tingkat SMP, PNS sebanyak 702 orang dan Non PNS sebanyak 805 orang.
"Untuk gaji guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Batam lulusan SMA menerima sebesar Rp 2.650.000 dan di 2020 direncanakan naik menjadi Rp 2,8 juta. Lulusan DI/DIII menerima sebesar Rp 2,750,000 dan di 2020 direncanakan naik menjadi Rp 2,9 juta,"paparnya.
Sedangkan untuk lulusan S1/S2, para guru menerima Rp 2,850,000 dan di 2020 direncanakan naik menjadi Rp 3 juta.
Ia juga menyayangkan masih ada guru di Batam yang masih lulusan SMA.
"Untuk ini saya tak bisa mentolerir, sebaiknya dibenahi dgn mengganti atau merekrut sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Soalnya masih banyak lulusan Sarjana Pendidikan yang menganggur di Batam ini," tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga harus memberikan jenjang karier kepada guru di Dinas Pendidikan Kota Batam.
Tanpa harus melihat kedekatan dengan pejabat.
"Utamakanlah prestasi dan integritas serta outcome yang dihasilkan oleh peserta didik," tutur Udin.
Kenaikan Gaji Guru Honorer.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menaikkan gaji guru honorer seluruh Kota Batam 2020 mendatang sebanyak 2000 an orang.
Kenaikan ini sebanyak Rp 150 ribu perorang.
"Kita juga menyetujui anggaran untuk PGRI. Kita minta gaji honorer guru dinaikkan," ujar Anggota Banggar DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, Minggu (24/11/2019).
Salah satu menaikkan gaji ini sebagai bentuk perhatian.
• Isi Pidato Nadiem Makarim Menteri Pilihan Jokowi di Hari Guru 2019, Dian Sastrowardoyo Kesengsem
Apabila guru tidak disejahterakan maka pekerjaan mereka tidak terlalu fokus untuk mengajar.
Apalagi berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari.
"Kalau kebutuhan guru tercukupi maka mereka akan fokus mengajar," tuturnya.
• Diperingati Setiap 25 November, Ini Sejarah dan Asal Usul Hari Guru Nasional
Selain itu, guru honorer di Batam juga nantinya mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).
Ada sebanyak 2000 guru honorer baik hinterland maupun mainland.
Safari juga mengapresiasi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.
Menurutnya pidato tersebut sudah lama terjadi dilapangan.
• Jelang Hari Guru 2019, Ini Deretan Kasus Kriminalitas Guru, Ada yang Menjadi Pelaku hingga Korban
"Keren banget. Guru itu jangan dicekokkin dengan aturan-aturan seperti sekarang ini karena guru itu lebih tau sebenarnya bagaimana cara mendidik anak," kata Safari.
Safari menyebutkan banyak peraturan administratif yang membuat guru sudah lelah.
Sehingga melupakan tugas dan fungsi utamanya sebagai pengajar.
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)