Jumat, 1 Mei 2026

Batam Terkini

ASDP Batam dan Pemprov Kepri Segera Bangun Dermaga Sandar di Batam, 2 Kapal Roro Sekali Berangkat

Akhir tahun 2026 ini, dua unit kapal Roro bisa berangkat sekaligus untuk rute Punggur ke Tanjunguban atau sebaliknya.

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
DERMAGA SANDAR - Kadishub Kepri, Junaidi. 

TRIBUNBATAM.id, KEPRI  - Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) komitmen tingkatkan pelayanan transportasi laut di Kepri.

ASDP dan Pemprov Kepri akan menambah dermaga sandar, khususnya di pelabuhan  Telaga Punggur Batam dan Pelabuhan ASDP Tanjunguban. 

Akhir tahun 2026 ini, dua unit kapal Roro bisa berangkat sekaligus untuk rute Punggur ke Tanjunguban atau sebaliknya. 

Sampai dengan hari ini, operasi layanan kapal Roro dari Telaga Punggur Batam ke Tanjunguban Bintan atau sebaliknya, hanya memberangkatkan satu unit kapal, sesuai dengan jadwalnya.

"Hal ini membuat angkutan kendaraan pribadi maupun angkutan barang serta penumpang sangat terbatas di dua pelabuhan Roro tersebut," kata Kadishub Kepri, Junaidi,  belum lama ini.

Berdasarkan pengalaman, selama ini, kapal Roro tiba di pelabuhan, harus berlabuh di laut terlebih dahulu. 

"Kapal tidak langsung masuk ke dermaga jika ada kapal," jelasnya. 

Kapal tersebut harus menunggu kapal yang sedang bersandar, berangkat terlebih dahulu meninggalkan pelabuhan terlebih dahulu baru bisa gantian.

Hal ini terjadi karena dermaga sandar kapal Roro di pelabuhan Punggur maupun di Pelabuhan ASDP Tanjunguban hanya tersedia satu saja.

“Tahun 2026 ini akan ditambah lagi satu dermaga sandar, biar aman dan lancar," kata dia.

Kedua pelabuhan tersebut akan memiliki masing-masing dua pelabuhan dermaga sandar. 

Dia mengungkapkan, pembangunan tambahan dermaga atau pelabuhan sandar di Punggur (Batam) maupun di Tanjunguban (Bintan) itu dilaksanakan pihak ASDP. 

Dia berharap program itu bisa terealisasi sekitar 6 bulan pengerjaan, sejak akhir Mei 2026 ini.

“Artinya pada Natal tahun 2026 dan Tahun Baru 2027 sudah bisa digunakan," bebernya. 

Pemprov Kepri akan membantu urus semua legalitas.

"Saat ini sudah masuk proses lelang. Anggarannya hampir Rp40 miliar,” bebernya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved