Minggu, 3 Mei 2026

HARI AIDS SEDUNIA

HARI AIDS SEDUNIA - Jangan Percaya Mitos! Kenali Dulu Apa Itu HIV dan AIDS

Hari AIDS sedunia diperingati setiap 1 Desember. Lantas apa bedanya HIV dan AIDS? Kenali dulu beda keduanya

Tayang:
Tribunkaltim
Peringatan Hari Aids yang jatuh pada 1 Desember 

TRIBUNBATAM.id -  Hari AIDS sedunia yang akan diperingati setiap 1 Desember bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada orang-orang tentang penyakit ini, dan memberikan informasi yang benar tentang penderitanya.

Uniknya, kampanye Hari AIDS Sedunia biasanya ditandai dengan memakai pita merah.

Lantas apa sebenarnya penyakit AIDS yang menakutkan tersebut?

 

Kalau AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome.

Selain AIDS mungkin Anda pernah mendengar juga tentang HIV.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.

Singkatnya, HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS.

HIV ini menyerang sistem imun di tubuh seseorang yang terkena virus ini.

8 Fakta Singkat tentang HIV dan AIDS yang Harus Diketahui Jelang Hari AIDS Sedunia 2019

Virus ini menumpang sel T limfosit, yang fungsinya memerangi bakteri dan penyakit.

Nah, kemudian virus ini mengambil alih sel T dan malah menggunakannya untuk memperbanyak diri, dan menganggu sel yang lain.

Sel T yang diganggu oleh HIV jadi tidak bisa memerangi bakteri penyakit dan infeksi dengan baik.

Seseorang yang terkena virus ini disebut positif HIV, namun ia perlu waktu beberapa tahun sampai akhirnya menyebabkan penyakit AIDS.

Dokter akan mengetahui penyakit AIDS muncul, kalau orang tersebut hanya punya sedikit lagi sel T dan menunjukkan gejala-gejala yang lebih serius.

Gejala penyakit ini tidak bisa dilihat dari penampilan luar saja.

Bahkan, orang yang terkena virus ini juga belum tentu merasakannya.

Namun, lama-kelamaan virus ini bisa menyerang organ-organ tubuh, dan otak.

Di tahun 2015, sekitar 37 juta orang di dunia terkena infeksi HIV atau penyakit AIDS.

Tiga juta di antaranya adalah anak-anak.

Tapi, virus HIV ini tidak menyebar seperti saat kita demam atau pilek.

Kita tidak akan tertular virus ini kalau kita bersalaman dengan orang yang terkena virus HIV, atau mengunjungi rumah orang tersebut.

Virus ini tersebar lewat cairan tubuh, misalnya darah.

Kebanyakan anak-anak yang terkena HIV adalah dari orang tuanya, misalnya saat dikandung oleh ibu, atau lewat air susu ibu.

Dokter bisa membantu mencegah anak tertular HIV saat dikandung ibunya, dengan melakukan perawatan tertentu.

Selain itu, transfusi darah juga bisa jadi penyebabnya. Tapi, saat ini tentu saja ahli kesehatan di rumah sakit bisa membantu memastikan kalau darah tersebut bebas dari virus ini.

Saat ini, obat untuk penyakit ini belum ada, teman-teman.

Tapi, dokter memiliki obat dan perawatan yang bisa membuat orang yang terkena virus HIV tetap sehat dan tidak menjadi penyakit AIDS, meskipun memiliki sistem imun yang lemah.

Kadang-kadang, orang yang terkena penyakit HIV merasa sedih karena khawatir kalau orang lain takut dan tidak mau bergaul dengan dirinya.

Jika kamu bertemu dengan orang yang terkena dengan virus ini, tetaplah bersikap baik seperti pada teman yang lainnya, ya. (Bobo.id/Avisena Ashari)

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved