HUMAN INTEREST
Pasrah Lapaknya Dibongkar Satpol PP, Penjual Es Kelapa: Kita Cuma Cari Nafkah, Cari Kerja Susah
Yanti mengaku pasrah saat lapak tempatnya mencari nafkah selama 15 tahun digusur oleh Satpol PP Kota Batam.
Pasrah Lapaknya Dibongkar Satpol PP, Penjual Es Kelapa: Kita Cuma Cari Nafkah, Cari Kerja Susah
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Yanti mengaku pasrah saat lapak tempatnya mencari nafkah selama 15 tahun digusur oleh Satpol PP Kota Batam.
"Kami hanya cari nafkah, suami sudah lama nyari kerja tetapi belum dapat," ujar Yanti pedagang es kelapa di simpang Hutatap, Sagulung, Batam.
Yanti menceritakan mengaku sudah hampir 15 tahun jualan di pinggir jalan Hutatap.
"Dulu hanya saya yang jualan bantu suami cari uang, tapi beberapa tahun belakangan suami saya tidak bekerja jadi kami jualan," kata Yanti.
Sambil mengemas barang dagangannya, Yanti mengatakan dirinya menjual es kelapa, sementara suaminya jualan kelapa muda.
"Ini sudah dua minggu suami saya pulang kampung mertua saya sedang sakit, jadi hanya saya yang jualan," katanya.
• Jualan di Tempat Terlarang, Lapak 2 Pedagang Ditertibkan Satpol PP Batam, Yanti: Pasrah Sajalah
Tidak banyak untung yang mereka dapatkan, hanya cukup memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kadang satu hari itu paling banyak penjualan hanya RP 150 ribu. Itupun belum dikeluarkan modalnya," kata Yanti.
Dengan wajah sedih, Yanti mengaku berjualan di pinggir jalan bukanlah kemauan mereka.
Hanya saja, saja sulitnya mendapatkan kerja memaksa mereka berjualan di pinggir jalan.
"Kita juga tidak mau hidup ribut setiap hari, kita juga ingin seperti pedagang di pasar yang dibuat oleh pemerintah atau swasta. Tapi uang sewanya dari mana," kata Yanti.
Saat Satpol PP menggusur lapaknya, Yanti mengaku pasrah.
"Ya kita mau bilang apa, kita tau kita salah," kata Yanti. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/26112019yanti-penjual-es-kelapa-muda.jpg)