BATAM TERKINI

Anak Dikeluarkan Karena Tolak Hormat Bendera, Herlina: Angkat Tangan Bertentangan dengan Batin Kami

Orangtua siswa kelas VIII SMPN 21 Sagulung yang dikeluarkan dari sekolah karena menolak hormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya angkat suara.

Anak Dikeluarkan Karena Tolak Hormat Bendera, Herlina: Angkat Tangan Bertentangan dengan Batin Kami
Tribun Batam/Istimewa
Bendera Merah Putih 

2 Siswa Batam Dikeluarkan Karena Tolak Hormat Bendera, Herlina: Angkat Tangan Bertentangan dengan Batin Kami

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Orangtua siswa kelas VIII SMPN 21 Sagulung yang dikeluarkan dari sekolah karena menolak hormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya angkat suara.

Mereka tetap menghendaki anaknya sekolah di SMPN 21 Batam.

"Kita sudah memikirkan tentang masa depan anak kan, pada rapat terakhir dengan guru dan juga Babinsa kita diberikan waktu satu Minggu untuk memikirkan nasib anak kami," kata Herlina Sibuea di rumahnya, Rabu (27/11/2019).

Dia mengatakan, sesuai kesepakatan pada pertemuan dengan Kepala sekolah dan guru di SMPN 21 Batam, Rabu (20/11/2019) lalu, mereka diminta memikirkan masa depan anaknya.

"Jadi kami sudah kirim surat, Sabtu (24/11/2019) yang menyatakan bahwa kami tidak akan memindahkan anak kami," kata Herlina.

Dia juga mengatakan, isi surat tersebut menyatakan mereka mau anak mereka tetap di SMPN 21 Batam.

INI Alasan 2 Siswa SMP di Batam Tak Mau Hormat Bendera hingga Dikeluarkan dari Sekolah

"Ini sekolah yang dekat dengan rumah," kata Herlina.

Dia mengatakan, sampai saat ini anaknya tetap sekolah di SMPN 21.

"Kita belum dapat surat atau dihubungi oleh pihak sekolah. Jadi sebelum surat pemecetan anak kami diberikan kami tetap menyuruh anak kami sekolah. Ini sesuai amanat undang undang, bahwa anak itu harus sekolah," kata Herlina.

Sementara mengenai permasalahan menghormat bendera, Herlina mengatakan, anak mereka tetap ikut hormat bendera.

Namun posisinya bukan mengangkat tangan, tetapi posisi siap.

"Anak kami tetap hormat, tetapi posisinya siap, tidak angkat tangan," kata Herlina.

Mengenai angkat tangan kata Herlina, hal itu bertentangan dengan iman kepercayaan mereka.

"Mengangkat tangan itu bertentangan dengan batin kami. Jadi tidak mungkin kita paksakan,"kata Herlina. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved