BATAM TERKINI

2 Siswa SMP 21 Batam Tolak Hormat Bendera, Ini Komentar Anggota DPRD Batam

Dua siswa SMP Negeri 21 Batam dikeluarkan dari sekolah karena menolak hormat bendera merah putih dan tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya.

2 Siswa SMP 21 Batam Tolak Hormat Bendera, Ini Komentar Anggota DPRD Batam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Anggota DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha 

2 Siswa SMP 21 Batam Tolak Hormat Bendera, Ini Komentar Anggota DPRD Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua siswa SMP Negeri 21 Batam dikeluarkan dari sekolah karena menolak hormat bendera merah putih dan tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hal itu menjadi perbincangan termasuk mendapat perhatian dari anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha.

Politisi Hanura ini mengaku miris dengan kejadian itu.

Ia mengatakan, hormat pada bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya merupakan nilai peradaban yang tak bisa dipisahkan dengan kemerdekaan Indonesia.

"Kami sangat menyayangkan hal itu. Dinas Pendidikan agar lebih teliti soal pemahaman ini. Meski juga demikian, hak-hak anak itu perlu dikaji oleh pemerintah," katanya Kamis (28/11/2019).

Fakta-fakta Siswa SMP di Batam Dikeluarkan Sekolah karena Tolak Hormat Bendera Merah Putih

Utusan sangat meragukan nasionalme dan toleransi kedua orang tua anak itu.

Ia mengatakan, jika tak disikapi hal ini oleh pemerintah, berpotensi mewabah dan menjadikan embrio perpecahan bangsa.

"Kementerian Agama juga harus turun tangan ini. Meski pun sudah mendapatkan izin aliran tertentu tetapi bila terjadi kekeliruan di kemudian hari, perlu ditinjau. Jangan sampai tak ada nilai-nilai Pancasila sebagai tonggak bangsa Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan berkata, keputusan untuk mengeluarkan kedua pelajar tersebut merupakan keputusan bersama dengan stakeholder terkait. Termasuk TNI-Polri.

Menurutnya jika pun tak dikeluarkan, maka keduanya juga terancam tinggal kelas. Karena pada pelajaran pendidikan kewarganegaan (PPKn) memperoleh nilai jelek.

“Jadi percuma nanti tetap di sekolah, kalau tinggal kelas terus, makanya diputuskan untuk dikeluarkan,” ucap Hendri.

Dan untuk kedua pelajar tersebut, pihaknya akan mengarahkan pendidikan non formal ataupun bisa mengambil paket.

“Itulah yang bisa bagi mereka,” tambahnya. (Tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved