Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

Pendeta Sumargono : Saksi Yehowa Bukan Kristen Protestan

Perwakilan Kristen Protestan FKUB Batam Pendeta Sumargono menegaskan, agar informasi tak simpang siur, aliran Saksi Yehowa tak masuk Kristen Protestan

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Ilustrasi 

Pendeta Sumargono : Saksi Yehowa Bukan Kristen Protestan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua anak SMP Negeri 21 Batam yang dikeluarkan sekolah mendapat perhatian sejumlah pihak.

Kedua anak tersebut dikeluarkan pihak sekolah karena tidak menghormati bendera merah putih dan tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hal itu dilakukan, setelah dilakukan berbagai upaya stakeholder Pemko Batam termasuk TNI-POLRI.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batam Chabullah Wibisono mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat terkait ini.

Ia mengatakan prihatin atas kejadian tersebut.

Di lain sisi, ia mengatakan agar hak anak tersebut dapat terpenuhi.

VIDEO. Tolak Hormat Bendera, Dua Siswa SMP di Batam Dikeluarkan dari Sekolah

"Tentu kami prihatin soal ini. Nanti coba kami bicarakan kepada forum soal ini," ujar Chabullah.

Sementara itu, Perwakilan Kristen Protestan FKUB Batam Pendeta Sumargono menegaskan, agar informasi tidak simpang siur, aliran Saksi Yehowa tidak masuk dalam golongan Kristen Protestan.

"Jadi biar tak keliru orang menafsirkan. Karena memang aliran saksi Yehowa tidak masuk dalam Kristen Protestan. Karena Kristen Protestan jelas mengakui Yesus Kristus sebagai juruslamat. Sepengetahuan kami, saksi Yehowa juga tak mengakui adanya salib," kata Pendeta Sumargono, Kamis (28/11/2019).

Lebih jelas dikatakan Pendeta Sumargono, pada masa Presiden RI Rahman Abdul Wahid atau GusDur, aliran saksi Yehowa dititipkan kepada Ditjen Binmas Kristen Protestan Kementerian Agama RI untuk dibimbing.

Bukan berarti masuk sebagai agama Kristen Protestan.

"Nah pada saat itu alasan HAM. Sehingga dititipkan ke Ditjen Binmas Kristen Protestan. Setelah kami amati dan termasuk kejadian dua anak SMP Negeri 21 Batam sangat mengundang perhatian bersama," katanya.

Kendati, Pendeta Sumargono berencana merapatkan dengan lembaga atas gereja. Yang terdiri dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), PGIW dan persatuan gereja Kristenisasi lainnya.

Dengan tujuan, agar membuat sebuah pernyataan sikap soal keberadaan aliran saksi Yehowa. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved